KARBOFURAN DAN ENDOSULFAN

PERMASALAHAN KARBOFURAN DAN ENDOSULFAN

 DALAM PERTANIAN

 

 

Disusun Oleh :

Aji Sukardi

Bahri Hidayat

Hasnan Yasin

Numan Najib Najmudin

Rini Sulihati

Victor Mangontang Bakkara

Wahyudi

 

 

FMIPA/MATEMATIKA

Universitas Pamulang

Jl Surya kencana No.1 Pamulang

 

 

KATA PENGANTAR

Assalaamualaikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh

            Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang Alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “PERMASALAHAN KARBOFURAN DAN ENDOSULFAN DALAM PERTANIAN”. .   Kedua pestisida (bahan pestisida) tersebut memiliki banyak sekali permasalahan, baik itu dampaknya pada manusia maupun bagi mahluk hidup yang lain. Pestisida ini bisa menyebabkan gangguan pada endokrin dan kerusakan reproduksi serta gangguan kesehatan lainnya.

Di mana isi makalah kami ini mencakup : Pendahuluan yang berisi latar belakang, rumusan masalah dan tujuan kami membuat makalah ini, kemudian Tinjauan pustaka yang berisi penjelasan tentang karbofuran dan endosulfan dari segi keilmuan dan hasil penelitian mulai dari pengertian, sejarah, penggunaan, produksi, dan efek-efeknya; dan juga Pemecahan masalah yang berisi solusi yang kami sajikan untuk masalah yang ditimbulkan oleh pestisida tersebut, serta Penutup yang berisikan Kesimpulan dan saran kami mengenai permasalahan tersebut.

            Kami juga menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini, sehigga makalah ini bias bermanfaat bagi seluruh Mahasiswa/i Universitas Pamulang kususnya dan semua orang pada umumnya. Dan kami ucapkan terimakasih  kepada Bapak Irwan Mulyadi selaku Dosen yang memberikan mata kuliah ini, dan juga terimakasih kepada teman-teman yang membantu kami menyelesaikan makalah ini. Semoga Allah SWT memberikan kesehatan iman dan islam kepada kita semua, amiin.

Wassalaamualaikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh


 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………………… 1

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………………………. 2

BAB I

PENDAHULUAN………………………………………………………………………………………………………. 3

  1. A.    Latar Belakang…………………………………………………………………………………………………. 3
  2. B.     Rumusan Masalah……………………………………………………………………………………………. 8
  3. C.    Tujuan……………………………………………………………………………………………………………… 9

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA……………………………………………………………………………………………… 10

  1. A.    Karbofuran……………………………………………………………………………………………………… 10
  2. B.     Endosulfan……………………………………………………………………………………………………….. 12

BAB III

PEMECAHAN MASALAH………………………………………………………………………………………… 17

BAB IV

PENUTUP………………………………………………………………………………………………………………….. 21

  1. A.    Kesimpulan………………………………………………………………………………………………………. 21
  2. B.     Saran……………………………………………………………………………………………………………….. 21

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………………………. 23


 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.     Latar Belakang

Salah satu bidang yang perannya tidak kalah pentingn dalam kehidupan ini adalah pertanian. Dalam upaya meningkatkan mutu dan produktivitas hasil pertanian, penggunaan pestisida untuk membasmi hama tanaman sering tak terhindarkan. Pestisida yang digunakan diharapkan dapat membantu petani dalam mendapatkan keuntungan yang maksimal. Penggunaan pestisida secara berlebihan dan tidak terkendali seringkali memberikan risiko keracunan pestisida bagi petani. Risiko keracunan pestisida ini terjadi karena penggunaan pestisida pada lahan pertanian khususnya sayuran. Penggunaan pestisida dengan dosis besar dan dilakukan secara terus menerus akan menimbulkan beberapa kerugian, antara lain residu pestisida akan terakumulasi pada produk-produk pertanian, pencemaran pada lingkungan pertanian, penurunan produktivitas, keracunan pada hewan, keracunan pada manusia yang berdampak buruk terhadap kesehatan. Manusia akan mengalami keracunan baik akut maupun kronis yang berdampak pada kematian. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan setiap tahun terjadi 1 – 5 juta kasus keracunan pestisida pada pekerja pertanian dengan tingkat kematian mencapai 220.000 korban jiwa. iv Sekitar 80% keracunan dilaporkan terjadi di negara-negara sedang berkembang.

Penggunaan pestisida tanpa mengikuti aturan yang diberikan membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan, serta juga dapat merusak ekosistem. Dengan adanya pestisida ini, produksi pertanian meningkat dan kesejahteraan petani juga semakin baik. Karena pestisida tersebut racun yang dapat saja membunuh organisme berguna bahkan nyawa pengguna juga bisa terancam bila penggunaannya tidak sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Kejadian keracunan tidak bisa di tanggulangi lagi sebab para petani sebagian besar menggunakan pestisida kimia yang sangat buruk bagi kesehatan mereka lebih memilih pestisida kimia dari pada pestisida botani (buatan) kejadian keracunan pun sangat meningkat. Mnurut data kesehatan pekan baru tahun 2007 ada 446 orang meninggal akibat keracunan pestisida setiap tahunnya dan sekitar 30% mengalami gejala keracunan saat menggunakan pestisida Karena petani kurang tau cara menggunakan pestisida secara efektif dan penggunaan pestisida secara berlebihan, dan berdasarkan hasil penilitian Ir. La Ode Arief M. Rur.SC. dari Sumatera Barat tahun 2005 mengatakan penyebab keracunan pestisida akibat kurang pengetahuan petani dalam penggunaan pestisida secara efektif dan tidak menggunakan alat pelindung diri saat pemajanan pestisida,hasilnya dari 2300 responden yang peda dasarnya para petani hanya 20% petani yang menggunakan APD (alat pelindung diri), 60% patani tidak tau cara menggunakan pestisida secara efektif dan mereka mengatakan setelah manggunakan pestisida timbul gejala pada tubuh ( mual,sakit tenggorokan, gatal – gatal, pandangan kabur, Dll.)dan sekitar 20% petani tersebut tidak tau sama sekali tentang bahaya pestisida terhadap kesehatan,begitu tutur Ir. La Ode Arief M. Rur.SC. beliau juga mengatakan semakin rendah tingkat pendidikan petani semakin besar risiko terpajan penyakit akibat pestisida. Karbofuran dan Endosulfan adalah contoh dari pestisida yang memiliki dampak yang cukup membahayakan, bahkan di beberapa Negara telah melarang penggunaan pestisida ini.

Karbofuran juga adalah insektisida golongan karbamat yang berspektrum luas dan nonkumulatif, merupakan inhibitor enzim kholinesterase melalui kontak dan bekerja pada stoma tanaman dan sangat toksik terhadap mamalia (IPCSINTOX, 1985; FAO, 1997). Insektisida ini bersifat sistemik yang tidak bersifat fitotoksik. Karbofuran digunakan secara luas sebagai insektisida, nematisida dan akarisida yang digunakan dalam pengawetan benih tanaman, aplikasi pada lahan tanaman, dan secara langsung atau pada daun tanaman pangan seperti jeruk, jagung, alfalfa, padi, kentang, kedelai dan tembakau (TOBIN, 1970; BONNER et al., 2005; FAO 1997). Secara fisik, karbofuran berbentuk kristal, titik didih antara 150º – 152ºC, mengandung 98,8% senyawa aktif, tidak bersifat korosif dan tidak mudah terbakar (IPCSINTOX, 1985). Karbofuran didistribusikan dengan nama dagang Furadan. Karbofuran dikenal bersifat toksik pada mamalia dan sangat toksik atau fatal pada unggas. Aplikasi karbofuran melalui penyemprotan lahan dan area berpotensi untuk menimbulkan intoksikasi pada manusia, ternak dan hewan liar. Insektisida karbofuran ini dapat terserap melalui saluran pencernaan dan inhalasi dari proses penyemprotan, tetapi jarang terjadi melalui absorbsi kulit. Toksisitas karbofuran bersifat reversibel, hambatan langsung terhadap aktivitas kholinesterase melalui karbomoylasi dari gugusan ester enzim tersebut. Akumulasi asetilkholin pada simpul syaraf simpangan (junction) myoneural menimbulkan efek keracunan. Enzim karbomoyl mengalami reaktivasi secara spontan dan cepat. Karbofuran dan metabolit ester bersifat aktif. Intoksikasi akut buatan pada tikus betina diketahui bahwa kholinesterase otak lebih sensitif terhadap karbofuran dibanding kholinesterase plasma dan eritrosit.

Karbofuran juga diketahui sangat toksik pada unggas dan telah digunakan sebagai pembasmi hama burung di luar negeri (IPCSINTOX, 1985). Sediaan karbofuran dalam bentuk granul dapat membunuh burung bila tertelan hanya dengan 1 butir granul karbofuran. Oleh karena itu, bentuk granular karbofuran telah dilarang peredaran dan penggunaannya di Amerika Serikat sejak tahun 1991. Nilai LD50 karbofuran granul pada ayam domestik mencapai 6,0 mg/kg BB.

Keracunan karbofuran pada manusia umumnya terjadi akibat absorbsi dari saluran pencernaan (secara oral), melalui kulit (dermal) dan inhalasi akibat penyemprotan. Efek toksik pada manusia disebabkan karena aktivitas kholinesterase inhibitor sebagai pestisida bersifat neurotoksik. Gejala keracunan yang terlihat umumnya meliputi penglihatan yang kabur, mual, banyak berkeringat dan lemah.

Endosulfan adalah bahan aktif Insektisida golongan Organoklor yang diperuntukan untuk tanaman dan dalam perdagangannya telah diperingatkan agar tidak digunakan untuk lingkungan perairan. Namun oleh petani tambak di Kelurahan Keputih justru digunakan pada tambak mereka. Penggunaan pestisida endosulfan pada lahan berair merupakan pelanggaran dari Instruksi Presiden No.3 Tahun 1986 tentang insektisida yang memakai bahan aktif endosulfan dilarang digunakan untuk lahan berair. Apa yang menyebabkan hal tersebut dapat terjadi?. Pada penelitian ini akan dikaji 3 aspek, yaitu : aspek lingkungan, sosial budaya dan kelembagaan. Pada aspek lingkungan dikaji sejauh mana tingkat pencemaran tambak yang disebabkan oleh pestisida Endosulfan, yang dianalisis dengan menggunakan metode Kromatografi Gas. Aspek sosial budaya dikaji perilaku dan persepsi petani terhadap penggunaan pestisida endosulfan. Dalam aspek ini diukur tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan petani terhadap endosulfan. Sedangkan aspek kelembagaan disusun suatu strategi sebagai upaya pengelolaan pestisida dengan menggunakan analisa SWOT. Dari hasil penelitian didapatkan konsentrasi terendah residu pestisida endosulfan pada air tambak adalah 0,0051 ppm, dan konsentrasi tertinggi 0,0094 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pencemaran air tambak telah melebihi dari batas aman hidup untuk ikan yaitu 0,00009 ppm, tetapi masih dibawah konsentrasi mematikan LC50 sebesar 0.0112 ppm. Dari aspek sosial budaya, ternyata petani masih memiliki tingkat pengetahuantentang pestisida endosulfan yang rendah yaitu sebesar 15 %, sikap yang setuju untuk penggunaan pestisida endosulfan adalah 78 % dan tindakan pelaksanaan yang tidak bersedia terhadap penggantian pestisida endosulfan dengan pestisida yang alami adalah 89 %. Hal ini menunjukkan bahwa petani berperilaku kurang baik terhadap penggunaan pestisida endosulfan. Dalam aspek kelembagaan berdasarkan analisis SWOT dihasilkan strategi tindakan turn-around (Strategi WO), yang berusaha meminimalkan kelemahan yang ada untuk merebut peluang yang lebih baik.

Endosulfan adalah salah satu pestisida yang paling beracun di pasar saat ini, endosulfan juga  bertanggung jawab untuk banyak insiden keracunan pestisida mematikan di seluruh dunia. Endosulfan juga adalah zat xenoestrogen sintetis yang meniru atau meningkatkan efek estrogen dan dapat bertindak sebagai sebuah pengganggu endokrin, menyebabkan kerusakan reproduksi dan perkembangan pada hewan dan manusia. Apakah endosulfan dapat menyebabkan kanker masih diperdebatkan. Sehubungan dengan asupan konsumen endosulfan dari residu pada makanan, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB telah menyimpulkan bahwa paparan jangka panjang dari makanan tidak mungkin untuk menyajikan masalah kesehatan masyarakat, namun paparan jangka pendek dapat melebihi dosis referensi akut.

Endosulfan adalah akut neurotoksik untuk kedua serangga dan mamalia, termasuk manusia. US EPA mengklasifikasikan sebagai Kategori I: “Highly akut Toxic” didasarkan pada nilai LD50 dari 30 mg / kg untuk tikus betina, sementara Organisasi Kesehatan Dunia mengklasifikasikan sebagai Kelas II “Cukup Berbahaya” didasarkan pada tikus LD50 dari 80 mg / kg . ini adalah saluran klorida antagonis, dan Ca2 +, Mg2 + ATPase inhibitor. Kedua enzim yang terlibat dalam transfer impuls saraf. Gejala keracunan akut termasuk hiperaktif, tremor, kejang, kurangnya koordinasi, mengejutkan, kesulitan bernapas, mual dan muntah, diare, dan dalam kasus yang parah, pingsan. Dosis serendah 35 mg / kg telah didokumentasikan untuk menyebabkan kematian. pada manusia, dan banyak kasus keracunan subletal telah mengakibatkan kerusakan otak permanen pekerja pertanian dengan paparan endosulfan kronis beresiko ruam dan iritasi kulit. Akut referensi EPA dosis untuk paparan diet untuk endosulfan adalah 0,015 mg / kg untuk orang dewasa dan 0,0015 mg / kg untuk anak-anak. Untuk expsoure diet kronis, EPA referensi dosis adalah 0,006 mg / (kg · hari) dan 0,0006 mg / (kg · hari) untuk orang dewasa dan anak-anak, masing-masing.

Theo Colborn, seorang ahli gangguan endokrin, daftar endosulfan dikenal sebagai pengganggu endokrin, dan kedua EPA dan Badan Zat Beracun dan Penyakit Registry menganggap endosulfan menjadi pengganggu endokrin potensial. Sejumlah penelitian in vitro telah mendokumentasikan potensi endosulfan untuk mengganggu hormon dan studi hewan telah menunjukkan toksisitas reproduksi dan perkembangan, khususnya di kalangan laki-laki . Sejumlah penelitian telah mendokumentasikan bahwa ia bertindak sebagai anti androgen pada hewan. Endosulfan telah ditunjukkan mempengaruhi Crustacea siklus meranggas, yang penting proses fisiologis biologis dan endokrin yang dikendalikan penting untuk pertumbuhan krustasea dan reproduksi dosis lingkungan yang relevan dari endosulfan sama dengan dosis aman EPA dari 0,006 mg / kg / hari. telah ditemukan untuk mempengaruhi ekspresi gen pada tikus betina yang sama dengan efek estrogen. Hal ini tidak diketahui apakah endosulfan adalah teratogen manusia (agen yang menyebabkan cacat lahir), meskipun memiliki efek teratogenik yang signifikan pada tikus laboratorium. Sebuah penilaian 2009 menyimpulkan gangguan endokrin pada tikus terjadi hanya pada dosis yang menyebabkan neurotoksisitas endosulfan.

Beberapa penelitian telah mendokumentasikan bahwa endosulfan juga dapat mempengaruhi pembangunan manusia. Para peneliti mempelajari anak-anak dari banyak desa di Kasargod District, Kerala, India, telah menghubungkan paparan endosulfan keterlambatan dalam kematangan seksual di antara anak laki-laki. Endosulfan adalah pestisida hanya diterapkan pada perkebunan mete di desa-desa selama 20 tahun dan telah terkontaminasi lingkungan desa. Para peneliti membandingkan desa dengan kelompok kontrol anak laki-laki dari sebuah desa demografis serupa yang tidak memiliki riwayat pencemaran endosulfan. Sehubungan dengan kelompok kontrol, anak-anak terpapar memiliki tingkat tinggi endosulfan dalam tubuh mereka, rendahnya tingkat testosteron, dan keterlambatan dalam mencapai kematangan seksual. Cacat lahir dari sistem reproduksi laki-laki, termasuk kriptorkismus, juga lebih umum pada kelompok studi. Para peneliti menyimpulkan, “Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa paparan endosulfan pada anak laki-laki dapat menunda kematangan seksual dan mengganggu sintesis hormon seks.” insiden Peningkatan kriptorkismus telah diamati dalam studi lain dari populasi endosulfan terkena.

Sebuah studi 2007 oleh Departemen Kesehatan Masyarakat California menemukan bahwa wanita yang tinggal di dekat ladang pertanian disemprot dengan endosulfan dan dicofol organochloride terkait pestisida selama delapan minggu pertama kehamilan adalah beberapa kali lebih mungkin untuk melahirkan anak-anak dengan autisme. Ini adalah studi pertama untuk mencari hubungan antara endosulfan dan autisme, dan studi tambahan diperlukan untuk mengkonfirmasi sambungan. Sebuah penilaian 2009 menyimpulkan bahwa epidemiologi dan hewan pengerat studi yang menunjukkan efek reproduksi dan autisme laki-laki terbuka untuk interpretasi lain, dan bahwa toksisitas perkembangan atau reproduksi pada tikus terjadi hanya pada dosis yang menyebabkan neurotoksisitas endosulfan.

Endosulfan adalah kontaminan lingkungan di mana-mana. Bahan kimia semivolatile dan gigih untuk proses degradasi lingkungan. Endosulfan tunduk pada jarak transportasi atmosfer, yakni dapat melakukan perjalanan jarak jauh dari mana ia digunakan. Dengan demikian, hal itu terjadi dalam lingkup lingkungan banyak. Misalnya, laporan tahun 2008 oleh National Park Service menemukan bahwa endosulfan sering mencemari udara, air, tanaman, dan ikan dari taman nasional di Amerika Serikat. Sebagian besar taman yang jauh dari daerah di mana endosulfan digunakan. Endosulfan telah ditemukan di lokasi terpencil seperti Samudra Arktik, serta dalam suasana Antartika. pestisida juga telah terdeteksi dalam debu dari Gurun Sahara dikumpulkan di Karibia setelah ditiup melintasi Samudera Atlantik. Senyawa ini telah terbukti menjadi salah satu pestisida organoklorin yang paling melimpah di atmosfer global. Senyawa terurai menjadi sulfat endosulfan, endosulfan diol, dan endosulfan furan, yang semuanya memiliki struktur mirip dengan senyawa induk dan, menurut EPA, “juga menjadi perhatian toksikologi … The diperkirakan setengah-hidup untuk residu beracun gabungan ( endosulfan ditambah endosulfan sulfat) [rentang] dari sekitar 9 bulan sampai 6 tahun. ” EPA menyimpulkan, ” pada studi laboratorium nasib lingkungan, studi lapangan terestrial disipasi, model yang tersedia, studi pemantauan, dan literatur yang diterbitkan, dapat disimpulkan bahwa endosulfan adalah bahan kimia yang sangat gigih mungkin tinggal di lingkungan untuk jangka panjang waktu, khususnya dalam media asam. ” EPA juga menyimpulkan, “endosulfan memiliki potensi yang relatif tinggi untuk bioaccumulate pada ikan.” Hal ini juga beracun untuk amfibi,. Tingkat rendah telah ditemukan untuk membunuh berudu.

Pada tahun 2009, komite ahli ilmiah Konvensi Stockholm menyimpulkan, “endosulfan kemungkinan, sebagai akibat dari transportasi jangka panjang lingkungan, mengarah kepada kesehatan manusia yang signifikan merugikan dan lingkungan hidup sehingga kegiatan global itu dijamin.” Dalam Mei 2011, Konvensi Stockholm komite menyetujui rekomendasi untuk penghapusan produksi dan penggunaan endosulfan dan isomer seluruh dunia. Hal ini, bagaimanapun, tunduk pada pengecualian tertentu. Secara keseluruhan, hal ini akan menyebabkan eliminasi dari pasar global.

  1. B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, Karbofuran dan Endosulfan merupakan pestisida yang sangat berguna akan tetapi mempunyai banyak dampak yang tidak biasa karena kandungan racunnya. Jadi permasalahannya adalah Bagaimana kita bisa menggunakan pestisida tersebut untuk meningkatkan hasil pertanian tanpa menimbulkan, atau dengan resiko yang sedikit (tidak banyak dampak negatifnya terutama bagi kehidupan manusia).

  1. C.    Tujuan

Tujuan dari makalah ini adalah supaya kita dapat mengantisipasi dampak dari pestisida tersebut dan supaya pembaca bisa mengetahui beberapa cara pencegahan dampak negatifnya dengan menggunakan pestisida tersebut secara baik dan benar.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

  1. A.    Karbofuran dan Endosulfan

A.1. Karbofuran

  1. 1.      Pengertian Karbofuran

Karbofuran adalah salah satu pestisida karbamat (pestisida yang mengandung gugus karbonat) yang sangat beracun, karbofuran juga biasa di kenal dengan nama furadan. Karbofuran ini digunakan untuk mengendalikan serangga di berbagai tanaman dalam pertanian seperti kentang, jagung, dan kedelai. Karbofuran ini digolongkan kedalam insektisida sistemik, yang maksudnya insektisida ini diserap melalui akar tumbuhan kemudian didistribusikan ke seluruh organ tumbuhan di mana konsentrasi insektisida tercapai. Karbofuran juga memiliki aktivitas kontak terhadap hama.

Spesifikasi Karbofuran

Nama Senyawa : Karbofuran, Furadan, Curater

Nama IUPAC : 2,2-dimethyl-2,3-dihydro-1-benzofuran-7-yl methylcarbamate

Rumus Molekul : C12H15NO3

Massa Molar : 221,25 g mol-1

Rupa : Putih, Kristal Padat

Kepadatan : 1,18 g/cm3

Titik Leleh : 151°C, 424°K, 304°F

Titik Didih : 313,3°C, 586°K, 596°F

Daya Larut Dalam Air : 320 mg/L

Gambar 1        

  1. 2.      Penggunaan dan Efek dari Karbofuran

Karbofuran (2,3-dihydro-2,2-dimethyl-7-benzofuranyl methylcarbamate) adalah insektisida golongan karbamat yang berspektrum luas dan nonkumulatif, merupakan inhibitor enzim kholinesterase melalui kontak dan bekerja pada stoma tanaman dan sangat toksik terhadap mamalia (IPCSINTOX, 1985; FAO, 1997). Insektisida ini bersifat sistemik yang tidak bersifat fitotoksik. Karbofuran digunakan secara luas sebagai insektisida, nematisida dan akarisida yang digunakan dalam pengawetan benih tanaman, aplikasi pada lahan tanaman, dan secara langsung atau pada daun tanaman pangan seperti jeruk, jagung, alfalfa, padi, kentang, kedelai dan tembakau (TOBIN, 1970; BONNER et al., 2005; FAO 1997). Secara fisik, karbofuran berbentuk kristal, titik didih antara 150º – 152ºC, mengandung 98,8% senyawa aktif, tidak bersifat korosif dan tidak mudah terbakar (IPCSINTOX, 1985). Karbofuran didistribusikan dengan nama dagang Furadan. Karbofuran dikenal bersifat toksik pada mamalia dan sangat toksik atau fatal pada unggas. Aplikasi karbofuran melalui penyemprotan lahan dan area berpotensi untuk menimbulkan intoksikasi pada manusia, ternak dan hewan liar. Insektisida karbofuran ini dapat terserap melalui saluran pencernaan dan inhalasi dari proses penyemprotan, tetapi jarang terjadi melalui absorbsi kulit.

Keracunan karbamat merupakan efek nikotinik dan parasimpatetik yang dihasilkan akibat hambatan asetilkholinesterase di dalam sistem syaraf somatik dan autonom perifer (BARON dan MERRIAM, 1988; BARON, 1994; WHO, 1991). Keracunan karbamat bersifat akut yang dapat terjadi melalui inhalasi, gastrointestinal (oral) atau kontak kulit. Karbamat dapat menimbulkan efek neurotoksik melalui hambatan enzim asetilkholinesterase (AchE) pada sinapsis syaraf dan myoneural junctions yang bersifat reversibel (BARON, 1994; RISHER et al., 1987; IPCSINTOX, 1985). Gejala klinis keracunan karbamat merupakan reaksi kholinergik yang berlangsung selama 6 jam. Tingkat keparahannya tergantung pada jumlah karbamat yang terkonsumsi dengan gejala klinis berupa pusing, kelemahan otot, diare, berkeringat, mual, muntah, tidak ada respon pada pupil mata, penglihatan kabur, sesak napas dan konvulsi (RISHER et al., 1987). Keracunan karbamat pada manusia dilaporkan pernah terjadi di Spanyol pada tahun 1998 (ROLDÁN-TAPIA et al., 2005) dengan gejala berkeringat, tremor, myosis, gangguan pernapasan, dan muntah. Karbamat, khususnya karbofuran dilaporkan dapat menimbulkan kanker paru-paru pada manusia (WESSELING et al., 1999; BONNER et al., 2005).

Toksisitas karbofuran bersifat reversibel, hambatan langsung terhadap aktivitas kholinesterase melalui karbomoylasi dari gugusan ester enzim tersebut. Akumulasi asetilkholin pada simpul syaraf simpangan (junction) myoneural menimbulkan efek keracunan. Enzim karbomoyl mengalami reaktivasi secara spontan dan cepat. Karbofuran dan metabolit ester bersifat aktif. Intoksikasi akut buatan pada tikus betina diketahui bahwa kholinesterase otak lebih sensitif terhadap karbofuran dibanding kholinesterase plasma dan eritrosit.

Karbofuran juga diketahui sangat toksik pada unggas dan telah digunakan sebagai pembasmi hama burung di luar negeri (IPCSINTOX, 1985). Sediaan karbofuran dalam bentuk granul dapat membunuh burung bila tertelan hanya dengan 1 butir granul karbofuran. Oleh karena itu, bentuk granular karbofuran telah dilarang peredaran dan penggunaannya di Amerika Serikat sejak tahun 1991. Nilai LD50 karbofuran granul pada ayam domestik mencapai 6,0 mg/kg BB.

Keracunan karbofuran pada manusia umumnya terjadi akibat absorbsi dari saluran pencernaan (secara oral), melalui kulit (dermal) dan inhalasi akibat penyemprotan. Efek toksik pada manusia disebabkan karena aktivitas kholinesterase inhibitor sebagai pestisida bersifat neurotoksik. Gejala keracunan yang terlihat umumnya meliputi penglihatan yang kabur, mual, banyak berkeringat dan lemah.

A.2. Endosulfan

  1. 1.      Pengertian Endosulfan

Endosulfan adalah bahan aktif Insektisida golongan Organoklor yang diperuntukan untuk tanaman dan dalam perdagangannya telah diperingatkan agar tidak digunakan untuk lingkungan perairan. Endosulfan ini juga adalah organoklorin insektisida dan acaricide yang sedang dihapus secara global. Memiliki dua isomer, endo dan exo, yang populer dikenal sebagai I dan II. Sulfat endosulfan adalah produk oksidasi yang mengandung satu atom ekstra O terikat pada atom S. Endosulfan menjadi agrichemical sangat kontroversial karena toksisitas akut, potensi bioakumulasi, dan peran sebagai pengganggu endokrin. Karena ancaman terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, larangan global terhadap pembuatan dan penggunaan endosulfan dinegosiasikan di bawah Konvensi Stockholm pada bulan April 2011.

Spesifikasi Endosulfan

Nama Senyawa : Endosulfan, Benzoepin, Endocel, Parrysulfan, Phaser, Thiodan, Thionex

Nama IUPAC : 6,7,8,9,10,10-Hexachloro-1,5,5a,6,9,9a-Hexahydro-6,9-Methano-2,4,3-Benzodioxathiepine-3-Oxide

Rumus Molekul : C6H6Cl6O3S

Massa Molar : 406.939 mol-1

Rupa : –

Kepadatan : 1.745 g/Cm3

Titik Leleh : 70-100°C, 343-373°K, 158-212°F

Titik Didih : –

Daya Larut dalam Air : 0,33 mg/L

                                                                    Gambar 2

  1. 2.      Sejarah Endosulfan

Pada awal 1950-an Endosulfan mulai dikembangkan. Kemudian seiring perkembangannya, pada tahun 1954 Hoechst AG (kini Bayer CropScience) memenangkan persetujuan USDA untuk penggunaan endosulfan di Amerika Serikat, yang kemudian padataun 2000 diakhiri dengan perjanjian dengan EPA.

Pada tahun 2002 The US Fish and Wildlife Service merekomendasikan bahwa pendaftaran endosulfan harus dibatalkan, dan EPA menetapkan bahwa endosulfan residu pada makanan dan air menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima. Badan ini memungkinkan endosulfan untuk tinggal di pasar AS, namun dikenakan pembatasan penggunaan pertanian.Kemudian pada tahun 2007 langkah Internasional diambil untuk membatasi penggunaan dan perdagangan endosulfan. Hal ini direkomendasikan untuk dimasukkan dalam Konvensi Rotterdam pada Prior Informed Consent, dan inklusi Uni Eropa yang diusulkan dalam daftar bahan kimia yang dilarang di bawah Konvensi Stockholm tentang Bahan Pencemar Organik yang Persisten. Inklusi tersebut akan melarang semua penggunaan dan pembuatan endosulfan secara global. Sementara itu, pemerintah Kanada mengumumkan bahwa endosulfan berada di bawah pertimbangan untuk fase-out, dan Bayer CropScience sukarela menarik produknya endosulfan dari pasar AS, tetapi terus menjual produk di tempat lain. Karena dampaknya semakin jelas, lagi-lagi pada tahun 2008 Pada bulan Februari, lingkungan, konsumen, dan kelompok buruh tani termasuk Pertahanan Sumber Daya Alam Dewan, Asosiasi Konsumen Organik, dan Pekerja Pertanian Serikat meminta EPA AS untuk melarang endosulfan. Pada bulan Mei, koalisi ilmuwan, kelompok lingkungan, dan suku Arktik meminta EPA untuk membatalkan endosulfan, dan pada bulan Juli koalisi lingkungan dan kelompok pekerja mengajukan gugatan terhadap EPA menantang 2.002 keputusannya untuk tidak melarang itu. Pada bulan Oktober, Komite Ulasan Konvensi Stockholm pindah endosulfan bersama dalam prosedur untuk listing di bawah perjanjian. sementara India diblokir selain untuk Konvensi Rotterdam. Dan tahun 2009 Persistent Organic Konvensi Stockholm Komisi Peninjau Bahan Pencemar (POPRC) sepakat bahwa endosulfan merupakan polutan organik yang persisten dan bahwa “aksi global sangat diperlukan”, pengaturan tahap larangan global. Selandia Baru juga melarang endosulfan. Pada 2010 The POPRC dinominasikan endosulfan yang akan ditambahkan pada Konvensi Stockholm pada Konferensi Para Pihak (COP) pada bulan April 2011, yang akan mengakibatkan larangan global, kemudian EPA mengumumkan bahwa pendaftaran endosulfan di AS akan dibatalkan. Kemudian pada tahun 2011 Mahkamah Agung India melarang pembuatan, penjualan, dan penggunaan pestisida endosulfan beracun di India. Pengadilan apex mengatakan larangan itu akan tetap efektif selama delapan minggu di mana komite ahli yang dipimpin oleh DG, ICMR, akan memberikan laporan sementara ke pengadilan tentang efek berbahaya dari pestisida yang digunakan secara luas. Dan yang terakhir pada tahun 2011 Layanan Argentina untuk Kualitas Sanity dan Agroalimentary (SENASA) memutuskan pada 8 Agustus bahwa impor endosulfan ke negara Amerika Selatan akan dilarang dari 1 Juli 2012 dan komersialisasi dan penggunaan dari 1 Juli 2013. Sementara itu, kuantitas berkurang dapat diimpor dan dijual.

  1. 3.      Produksi Endosulfan

 Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan produksi tahunan di seluruh dunia menjadi sekitar 9.000 metrik ton (t) pada awal tahun 1980. Dari tahun 1980 sampai 1989, konsumsi rata-rata di seluruh dunia 10.500 ton per tahun, dan untuk tahun 1990 meningkat menjadi 12.800 menggunakan ton per tahun.

Endosulfan merupakan turunan dari hexachlorocyclopentadiene, dan secara kimiawi serupa dengan aldrin, chlordane, dan heptaklor. Secara khusus, diproduksi oleh reaksi Diels-Alder dari hexachlorocyclopentadiene dengan reaksi cis-butena-1,4-diol dan berikutnya dari aduk dengan tionil klorida. Teknis endosulfan adalah campuran 7:3 dari stereoisomer, α ditunjuk dan β. α-dan β-endosulfan adalah isomer konformasi yang timbul dari stereokimia piramidal belerang. α-Endosulfan adalah lebih termodinamika stabil dari dua, sehingga β-endosulfan ireversibel mengkonversi ke bentuk α, meskipun konversi lambat.

  1. 4.      Penggunaan Endosulfan

Endosulfan telah digunakan dalam pertanian di seluruh dunia untuk mengendalikan hama serangga termasuk whiteflys, kutu daun, wereng, kumbang kentang Colorado dan cacing kubis. Karena modus unik tindakan, hal ini berguna dalam pengelolaan resistensi,. Namun, karena tidak spesifik, hal itu dapat berdampak negatif terhadap populasi serangga yang menguntungkan. Hal ini, bagaimanapun, dianggap cukup beracun untuk lebah madu, dan kurang beracun untuk lebah daripada insektisida organofosfat.

  1. 5.      Efek dari Endosulfan

Endosulfan adalah salah satu pestisida yang paling beracun di pasar saat ini, endosulfan juga  bertanggung jawab untuk banyak insiden keracunan pestisida mematikan di seluruh dunia. Endosulfan juga adalah zat xenoestrogen sintetis yang meniru atau meningkatkan efek estrogen dan dapat bertindak sebagai sebuah pengganggu endokrin, menyebabkan kerusakan reproduksi dan perkembangan pada hewan dan manusia. Apakah endosulfan dapat menyebabkan kanker masih diperdebatkan. Sehubungan dengan asupan konsumen endosulfan dari residu pada makanan, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB telah menyimpulkan bahwa paparan jangka panjang dari makanan tidak mungkin untuk menyajikan masalah kesehatan masyarakat, namun paparan jangka pendek dapat melebihi dosis referensi akut.

Endosulfan juga bias menyebabkan keracunan, Endosulfan adalah akut neurotoksik untuk kedua serangga dan mamalia, termasuk manusia. US EPA mengklasifikasikan sebagai Kategori I: “Highly akut Toxic” didasarkan pada nilai LD50 dari 30 mg / kg untuk tikus betina, sementara Organisasi Kesehatan Dunia mengklasifikasikan sebagai Kelas II “Cukup Berbahaya” didasarkan pada tikus LD50 dari 80 mg / kg . ini adalah saluran klorida antagonis, dan Ca2 +, Mg2 + ATPase inhibitor. Kedua enzim yang terlibat dalam transfer impuls saraf. Gejala keracunan akut termasuk hiperaktif, tremor, kejang, kurangnya koordinasi, mengejutkan, kesulitan bernapas, mual dan muntah, diare, dan dalam kasus yang parah, pingsan Dosis serendah 35 mg / kg telah didokumentasikan untuk menyebabkan kematian. pada manusia, dan banyak kasus keracunan subletal telah mengakibatkan kerusakan otak permanen pekerja pertanian dengan paparan endosulfan kronis beresiko ruam dan iritasi kulit. Akut referensi EPA dosis untuk paparan diet untuk endosulfan adalah 0,015 mg / kg untuk orang dewasa dan 0,0015 mg / kg untuk anak-anak. Untuk expsoure diet kronis, EPA referensi dosis adalah 0,006 mg / (kg · hari) dan 0,0006 mg / (kg · hari) untuk orang dewasa dan anak-anak, masing-masing.

Theo Colborn, seorang ahli gangguan endokrin, daftar endosulfan dikenal sebagai pengganggu endokrin, dan kedua EPA dan Badan Zat Beracun dan Penyakit Registry menganggap endosulfan menjadi pengganggu endokrin potensial. Sejumlah penelitian in vitro telah mendokumentasikan potensi endosulfan untuk mengganggu hormon dan studi hewan telah menunjukkan toksisitas reproduksi dan perkembangan, khususnya di kalangan laki-laki . Sejumlah penelitian telah mendokumentasikan bahwa ia bertindak sebagai anti androgen pada hewan.

 

 

BAB III

PEMECAHAN MASALAH

Harus diakui walaupun pestisida sangat berbahaya, peningkatan produksi pertanian dapat tercapai justru dengan bantuan pestisida. Pencemaran yang disebabkan oleh pestisida bukan hal sepele. Tetapi kalau cara pemakaian pestisida dilakukan dengan sangat hati-hati, kemungkinan besar pencemaran dapat dihindari atau setidaknya mengurangi bahayanya pembatasan pemakaian pestisida ini sudah dimulai dengan gebrakan PAN (Pesticides Action Network) yang beranggotakan 50 negara, termasuk Indonesia.

Bagaimanapun juga pestisida adalah racun. Sebenarnya kalau ada kerugian yang ditimbulkan oleh pestisida, maka yang paling menderita adalah manusia. Manusia harus bertanggung jawab terhadap kerusakan yang timbul, karena semua kegiatan pencegahan hama adalah hasil karya manusia dan di tujukan untuk pemenuhan kebutuhannya. Manusia adalah pelaku utama pemberantasan hama. Karena itu selain perlindungan terhadap tanah, air, dan hewan lainnya dari bahaya pestisida, perlindungan pertama justru harus diberikan terhadap manusia.

Pada pencemaran lingkungan oleh pestisida, beberapa tindakan pencegahan yang perlu dilakukan antara lain:

  1. ketahuilah atau pahamilah dengan yakin tentang kegunaan dari suatu jenis pestisida. Jangan sampai terjadi salah berantas.Misalnya herbisida jangan digunakan untuk membasmi serangga. Hasilnya, serangga yang dimaksud belum tentu mati, sedangkan tanah atau tanaman telah terlanjur tercemar.
  2. ikuti petunjuk-petunjuk mengenai aturan pakai dan dosis yang dianjurkan pabrik atau petugas penyuluh,
  3. jangan terlalu tergesa-gesa menggunakan pestisida, Tanyakan pada penyuluh apakah sudah saatnya digunakan pestisida, karena belum tentu suatu jenis hama harus diberantas dengan pestisida.
  4. Jangan telat memberantas hama. Jika penyuluh sudah menganjurkan untuk menggunakan pestisida, cepatlah dilakukan. Dengan semakin meluasnya hama akan membutuhkan penggunaan pestisida dalam jumlah besar, ini berarti hanya akan memperbesar peluang terjadinya pencemaran,
  5. jangan salah pakai pestisida. Selain satu jenis pestisida biasanya hanya digunakan untuk suatu jenis hama tertentu, terkadang usia tanaman yang berbeda menghendaki jenis pestisida yang berbeda pula,
  6. pahamilah dengan baik cara pemakaian pestisida. Jangan sampai tercecer di sekitar tanaman,
  7. jika pestisida yang akan digunakan harus dibuat larutan terlebih dahulu, gunakan tempat yang khusus untuk itu. Pada waktu mengaduk, larutan jangan sampai tercecer ke tempat lain. perhatikan dengan tepat jumlah larutan yang dibuat agar tidak terdapat sisa setelah pemakaian.

Beberapa tindakan yang perlu diambil untuk mencegah keracunan oleh pestisida, yaitu:

A. Penyimpanan racun-racun hama:

  1. Racun-racun harus disimpan dalam wadah-wadah yang diberi tanda, sebaiknya tertutup dan dalam lemari tersendiri yang terkunci.
  2. Campuran racun dengan tepung atau makanan tidak boleh disimpan dekat makanan.
  3. Tempat-tempat bekas menyimpan yang telah tidak dipakai lagi harus dibakar, agar racun-racun sisa musnah sama sekali.
  4. Penyimpanan-penyimpanan di wadah-wadah untuk makanan atau minuman seperti di hotel-hotel, sangat besar bahayanya.

B. Pemakaian alat-alat pelindung

  1. Pakailah masker dan adakanlah ventilasi keluar setempat selama melakukan pencampuran kering bahan-bahan.
  2. Pakailah pakaian pelindung, kaca mata dan sarung tangan terbuat dari neopren, jika kerjaan dimaksudkan untuk mencampur bahan tersebut dengan minyak atau pelarut-pelarut organis.Pakaian pelindung harus dibuka dan kulit dicuci sempurna sebelum makan.
  3. Pakailah pelindung pernafasan, kaca mata, baju pelindung, dan sarung tangan selama menyiapkan dan enggunakan semprotan, kabut atau aerasol, jika kulit atau paru-paru mungkin kontak dengan bahan tersebut. Alat-alat pelindung harus terbuat dari karet atau bahan tahan minyak.

C. Cara-cara pencegahan lainnya

  1. Selalu menyemprot ke arah yang tidak memungkinkan angin membawa bahan, sehingga terhirup atau mengenai kulit dari tenaga kerja yang bersangkutan.
  2. Hindarkan waktu kerja lebih dari 8 jam sehari bekerja di tempat tertutup dengan memakai penguap termisi jauhkan alat tersebut dari rumah penduduk dan tempat pengolahan bahan makanan.
  3. Janganlah disemprot tempat-tempat yang sebagian tubuh manusia akan bersentuhan dengannya pestisida, manusia dihadapkan pada suatu dilema.

Selain di atas, berikut juga merupakan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan pestisida

  1. Pestisida digunakan apabila diperlukan
  2. Sebaiknya makan dan minum secukupnya sebelum bekerja dengan pestisida
  3. Harus mengikuti petunjuk yang tercantum dalam label
  4. Anak-anak tidak diperkenankan menggunakan pestisida, demikian pula wanita hamil dan orang yang tidak baik kesehatannya
  5. Apabila terjadi luka, tutuplah luka tersebut, karena pestisida dapat terserap melalui luka
  6. Gunakan perlengkapan khusus, pakaian lengan panjang dan kaki, sarung tangan, sepatu kebun, kacamata, penutup hidung dan rambut dan atribut lain yang diperlukan
  7. Hati-hati bekerja dengan pestisida, lebih-lebih pestisida yang konsentrasinya pekat. Tidak boleh sambil makan dan minum
  8. Jangan mencium pestisida, karena pestisida sangat berbahaya apabila tercium
  9. Sebaiknya pada waktu pengenceran atau pencampuran pestisida dilakukan di tempat terbuka. Gunakan selalu alat-alat yang bersih dan alat khusus
  10. Dalam mencampur pestisida sesuaikan dengan takaran yang dianjurkan. Jangan berlebih atau kurang
  11. Tidak diperkenankan mencampur pestisida lebih dari satu macam, kecuali dianjurkan
  12. Jangan menyemprot atau menabur pestisida pada waktu akan turun hujan, cuaca panas, angin kencang dan arah semprotan atau sebaran berlawanan arah angin. Bila tidak enak badan berhentilah bekerja dan istirahat secukupnya
  13. Wadah bekas pestisida harus dirusak atau dibenamkan, dibakar supaya tidak digunakan oleh orang lain untuk tempat makanan maupun minuman
  14. Pasanglah tanda peringatan di tempat yang baru diperlakukan dengan pestisida
  15. Setelah bekerja dengan pestisida, semua peralatan harus dibersihkan, demikian pula pakaian-pakaian, dan mandilah dengan sabun sebersih mungkin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

  1. A.    Kesimpulan

Pestisida merupakan produk sebuah revolusi yang tidak hanya menarik tetapi juga mengerikan. Berhadapan dengan pestisida dipakai, lingkungan alam tercemar. Apabila tidak dipakai hama dan penyakit menjadi momok bagi manusia. Inilah yang disebut tragedi. Dan manusia yang berhadapan dengan tragedi bisa mengambil sikap dan langkah yang pasti sesuai dengan tuntutan situasi.

Apabila pestisida dipakai dalam batas-batas kewajaran sesuai dengan petunjuk penggunaan kiranya merupakan tindakan yang bisa memperkecil lingkup risiko yang harus ditanggung manusia dan alam.Pemakaian pestisida secara membabi buta bisa mengundang bencana. Oleh karena itu masalah pestisida menuntut perhatian semua pihak, tidak hanya para pejabat, tidak hanya si pemakai jasa. Kita semua memikul tanggung jawab bersama atas lingkungan hidup kita sendiri. Pestisida bukan hanya menjadi tanggung jawab pabrik penghasil, dan tanggung jawab pemerintah yang memberi izin produksi, tapi menjadi tanggung jawab semua pihak, semua bangsa dan semua negara.

Jikalau di suatu negara suatu jenis pestisida sudah diteliti, dinyatakan berbahaya, dan dilarang untuk dipergunakan, semestinya semua negara di dunia juga harus mengerti akan hal itu dan ikut melaksanakannya.Bersikap mendua dalam mengambil langkah kiranya kurang membantu.Pemakaian pestisida dilarang tetapi tetap diproduksi dan bahkan diekspor ke negara tetangga.

Setiap usaha pemberantasan harus melibatkan semua pihak dan bersifat menyeluruh, kalau diharapkan berhasil. Mudah-mudahan di masa mendatang kasus-kasus akibat pemakaian atau produksi pestisida mulai mengecil atau bahkan hilang sama sekali. Meskipun sulit, kita semua berjuang agar risiko bagi lingkungan itu makin diperkecil.

  1. B.     Saran

Dari pembahasan yang mulai dari latar belakang, rumusan masalah, pemecahan masalah, sampai kesimpulan terpaparkan bahwa pestisida itu (khususnya yang dibahas di sini karbofuran dan endosulfan) diperlukan, akan tetapi mempunyai dampak yang tidak biasa, terlebih mengancam kehidupan, oleh karena itu kami menyarankan untuk pengguna pestisida sebagai pemberantas hama supaya menggunakan pestisida dengan sebaik-baiknya dan memperhatikan dosis dan menggunakan cara penggunaan yang benar.

DAFTAR PUSTAKA

Darmono .“toksisitas pestisida” Jakarta 2008

Pohan Nurharmawati.”pestisida dan pencemarannya” skripsi sarjana tidak diterbitkan, Universitas Sumatera Utara

http://id.wikipedia.org/wiki/Pestisida

http://en.wikipedia.org/wiki/Carbofuran

http://en.wikipedia.org/wiki/Endosulfan

http://ms.wikipedia.org/wiki/Racun_nematod

http://www.kesmas-unsoed.info/2011/05/makalah-pengertian-dan-penggolongan.html

http://tobethelast.blogspot.com/2012/12/pestisida-karbamat.html

http://digilib.its.ac.id/kajian-penggunaan-pestisida-endosulfan-pada-tambak-udang-di-kelurahan-keputih-surabaya-1495.html

Makalah Penggunaan Komputer dan Dampaknya dalam berbagai bidang

Penggunaan Komputer dan Dampaknya dalam Berbagai Bidang

logo-unpam

disusun oleh : Hasnan Yasin dkk.

FMIPA

Matematika

Universitas Pamulang

KATA PENGANTAR

 

Assalaamualaikum warrahmatullahi wabarakaatuh,,

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kita semua sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “PENGGUNAAN KOMPUTER DAN DAMPAKNYA DI SEJUMLAH BIDANG”. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini, sehingga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua mahasiswa Universitas Pamulang khususnya dan semua orang pada umumnya, dan kami ucapkan juga terimakasih kepada yang terhormat Bapak Budhi Indrawijaya selaku Dosen Pengantar Komputer yang memeberikan mata kuliah ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa Memberikan kesehatan, iman, dan islam kepada kita semua, Amin.

DAFTAR ISI

 

Kata Pengantar…………………………………………………………………………………………………………… 1

Daftar Isi…………………………………………………………………………………………………………………….. 2

BAB I

Pendahuluan……………………………………………………………………………………………………………….. 3

  1. A.    Latar Belakang…………………………………………………………………………………………………. 3
  2. B.     Rumusan Masalah……………………………………………………………………………………………. 4
  3. C.    Tujuan……………………………………………………………………………………………………………… 4

BAB II

Pembahasan………………………………………………………………………………………………………………… 4

  1. A.    Penggunaan Komputer…………………………………………………………………………………….. 4
    1. 1.      Kesehatan…………………………………………………………………………………………………… 4
    2. 2.      Transportasi……………………………………………………………………………………………….. 5
    3. 3.      Pendidikan………………………………………………………………………………………………….. 9
    4. 4.      Pertahanan…………………………………………………………………………………………………. 12
    5. 5.      Pemerintahan……………………………………………………………………………………………… 13
    6. 6.      Industri……………………………………………………………………………………………………….. 14
    7. 7.      Seni dan Budaya…………………………………………………………………………………………. 16
    8. B.     Dampak Komputer…………………………………………………………………………………………… 20

BAB III

Kesimpulan dan Saran………………………………………………………………………………………………… 22

  1. A.    Kesimpulan………………………………………………………………………………………………………. 22
  2. B.     Saran……………………………………………………………………………………………………………….. 23

Daftar Pustaka……………………………………………………………………………………………………………. 24

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang

Dewasa ini komputer telah menjadi suatu hal yang sangat berperan di masyarakat. Perkembangan ini tidak hanya terjadi di Negara maju saja seperti Amerika, China, United Kingdom dll namun juga di Negara berkembang seperti negara kita ini. Dari segi fungsi komputer sebenarnya tidak jauh berbeda dengan produk teknologi lainnya seperti kereta api, pesawat terbang, mobil televisi dan lain sebagainya yaitu meringankan pekerjaan manusia. Apa yang membedakan komputer dengan produk lainnya adalah kemampuannya untuk dapat diprogram guna melaksanakan berbagai macam tugas dengan kecepatan dan ketelitian yang tinggi.

Pada dasarnya pekerjaan manusia dalam aktifitas sehari-hari sangat padat dan dipenuhi berbagai macam kesibukan, untuk mempermudah pekerjaannya manusia membutuhkan sesuatu yang dapat membantu mengurangi beban pekerjaan manusia. Oleh karena itu, teknologi dan informasi sangat dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat dewasa ini. Masyarakat dapat merasakan layanan teknologi informasi dan berbagai teknologi lain yang dikembangkan berdasarkan pada perangkat komputer.

Komputer banyak digunakan sebagai alat bantu untuk mengolah berbagai jenis data seperti pengolahan nilai siswa dengan komputer, pembuatan daftar nilai, perhitungan rata-rata kelas atau pun laporan-laporan untuk kepentinag evaluasi pendidikan dan lain sebagainya. Komputer juga sudah banyak digunakan untuk mencetak kuitansi tagihan listrik, telepon, kartu kredit dan lain sebagainya. Terlebih lagi para Develover telah membuat berbagai program komputer untuk membantu dan meringankan pekerjaan publik dalam bidang kesehatan, transportasi, Pertahanan, Hiburan dan sebagainya.

Akan tetapi walaupun teknologi informasi telah berkembang sedemikian rupa terutama komputer, masih banyak khalayak yang kurang tahu bahkan tidak tahu kegunaan dari komputer tersebut. Maka dari itu kami menyusun makalah sederhana ini supaya setidaknya mereka yang belum mengetahui penggunaan komputer akan tahu bagaimana penggunaan komputer walaupun kami hanya menyajikan sedikit dari banyak bidang-bidang lain yang memanfaatkan kerja komputer dan dalam bidang apa saja komputer itu digunakan, dan apa saja dampak dari penggunaan komputer itu, karena setiap perubahan pasti ada dampaknya baik itu dampak positif ataupun negatifnya.

  1. B.     Rumusan Masalah
  2. Dalam bidang apa saja komputer itu digunakan ?
  3. Apa saja contoh penggunaan komputer dalam bidang yang bersangkutan ?
  4. Apa dampak penggunaan komputer tersebut ?
  5. Bagaimana cara penanggulangannya ?
  6. C.    Tujuan

Mensosialisasikan penggunaan komputer dalam berbagai bidang dan contohnya serta dampak dari penggunaan komputer tersebut. Agar pembaca tahu perkembangan komputer itu sangat luas dan digunakan dalam banyak bidang.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.    PENGGUNAAN KOMPUTER

Penggunaan komputer dewasa ini sangat banyak karena dapat meringankan pekerjaan mulai dari pekerjaan yang ringan sampai yang berat. Berikut akan diuraikan dalam bidang apa saja komputer itu digunakan.

Penggunaan komputer dalam beberapa bidang :

  1. 1.      KESEHATAN

Salah satu fungsi komputer dalam bidang kesehatan adalah sebagai monitoring detak jantung seorang pasien, di sisni yang biasa digunakan adalah komputer analog. Tentu dengan adanya alat semacam itu bisa sangat membantu pekerjaan para Dokter karena mereka akan mengetahui dengan cepat bahwa si pasien yang tak berdaya masih hidup atau tidak.

Kemudian berbagai aplikasi atau program komputer yang sangat berguna dalam bidang kesehatan ini, salah satunya adalah e-Health, yaitu sebuah aplikasi teknologi komunikasi dan informasi yang mencakup keseluruhan cakupan fungsi yang mempengaruhi sector kesehatan (Wahyudin. 2009. “e-health dalam dunia kesehatan”, skripsi sarjana tidak diterbitkan, Universitas Pendidikan Indonesia). Di seluruh dunia , terjadi peningkatan biaya pelayanan kesehatan. Banyak orang tidak mendapat kesempatan bagi pelayanan kesehatan yang lebih baik. Catatan kesehatan yang masih mengandalkan dokumen kertas banyak menimbulkan kesalahan dan mengurangi produktivitas layanan. Walau demikian, patut diakui terdapat juga kenaikan pelayanan kesehatan di masyarakat yang memberikan peluang kehidupan yang lebih baik, namun juga berarti terdapat golongan masyarakat manula yang lebih besar. Pada umumnya manula juga memerlukan layanan kesehatan yang lebih besar dibandingkan usia produktif. Bagi pemerintah tingkat lokal maupun pusat juga mendapat tantangan untuk menanggulangi peningkatan biaya kesehatan, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan. Selain itu mereka juga bertanggung jawab terhadap pemantauan kesehatan umum dan kemungkinan menyebarkan penyakit menular tertentu. Dengan mengembangkan layanan e-health tersebut akan membantu pihak-pihak penyedia layanan kesehatan termasuk pemerintah untuk mencapai hal tersebut diatas. E-health akan memberikan kesempatan kepada semua pihak  untuk melakukan kolaborasi pengumpulan dan analisa data kesehatan yang melampaui batas fisik dan waktu. Sebagai contoh, e-Health dapat diterapkan untuk membantu pemerintah mengembangkan program yang membantu dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya saling bertukar infomasi secara elektronik, mengambil data rekam medis pasien kapan dan dimana diperlukan, dan melakukan kolaborasi dengan memberi layanan jasa kesehatan lainnya secara real time melalui internet. Layanan kesehatan seperti ini akan memberikan banyak sekali penghematan dari sisi biaya dokumen dan administrasi layanan dan memberikan keuntungan pemberian keputusan layanan kesehatan yang terbaik kepada pasien dengan lebih cepat.

Kemudian masih banyak lagi kegunaan computer yang lain dalam bidang kesehatan ini.

  1. 2.      TRANSPORTASI

Penggunaan komputer di bidang transportasi bisa dikatakan sudah banyak, misalnya komputer yang digunakan untuk mengatur lampu lalu lintas yang biasa dipakai di Negara-negara maju. Di Negara maju lainnya banyak kereta yang sudah dipasang alat navigasi modern untuk menggantikan masinis melalui penggunaan satelit dan sistem computer, misalnya Kereta Shinkansen. Salah satu kereta kebanggaan Jepang ialah kereta Shinkansen.Shinkansen juga sering dipanggil kereta peluru. Berasal dari kata “shin” berarti baru dan “kansen” yang berarti rel kereta. Jadi, shinkansen adalah jalur kereta api cepatJepang yang dioperasikan oleh empat perusahaan dalam grup Japan Railways. Shinkansen merupakan sarana utama untuk angkutan antar kota di Jepang, selain pesawat terbang. Kecepatan tertingginya bisa mencapai 300 km/jam. Nama Shinkansen sering digunakan oleh orang-orang di luar Jepang untuk merujuk kepada kereta apinya, namun kata ini dalam bahasa Jepang sebenarnya merujuk kepada nama jalur kereta api tersebut. Jalan raya juga dipasang dengan berbagai jenis sensor yang akan memberikan pesan kepada komputer pusat untuk memudahkan pengendalian jalan raya tertentu. Selain itu, dengan komputer semua jalur penerbangan di Bandara bisa di program dengan komputer. Untuk menerbangkan pesawat itu sendiri membutuhkan dan harus dilengkapi dengan komputer. Bahkan diketinggian tertentu pesawat dapat di terbangkan dengan otomatis dengan pilot otomatis yang sudah diprogram oleh computer(Lina Aswida, pemanfaatan computer (online)http://lisnaaswida.blogspot.com/2010/10/pemanfaatan-komputer-dalam-bidang.html diakses, 31 Desember 2012 ). Demikian juga penjualan tiket di terminal , bandara, dan stasiun yang dapat dilayani dengan cepat menggunakan komputer.

Semua pesawat terbang dilengkapi dengan sistem navigasi agar pesawat tidak tersesat dalam melakukan penerbangan. Panel-panel instrument navigasi pada kokpit pesawat memberikan berbagai informasi untuk sistem navigasi mulai dari informasi tentang arah dan ketinggian pesawat. Pengecekan terhadap instrument sistem navigasi harus seteliti dan seketat mungkin.

Sebagai contoh kejadian yang menimpa pesawat Adam Air pada bulan Februari 2006 sewaktu menjalani penerbangan dari bandara Soekarno Hatta menuju bandara Hasanudin di Makasar. Ketidaktelitian pihak otoritas penerbangan yang mengijinkan pesawat Adam Air terbang dengan sistem navigasi yang tidak berfungsi menyebabkan Pesawat Adam Air berputar-putar di udara tanpa tahu arah selama tiga jam, sebelum mendarat darurat di bandara El Tari Nusa Tenggara Timur. Kesalahan akibat tidak berfungsinya system navigasi adalah kesalahan yang fatal dalam dunia penerbangan. Sanksi yang diberikan adalah dicabutnya ijin operasi bagi maskapai penerbangan yang melanggar.

  1. Fasilitas Navigasi di Bandara

Fasilitas Navigasi dan Pengamatan adalah salah satu prasarana penunjang operasi bandara. Fasilitas ini dibagi menjadi dua kelompok peralatan, yaitu:

  1. Pengamatan Penerbangan

Peralatan pengamatan Penerbangan terdiri dari:

a). Primary Surveillance Radar (PSR)

PSR merupakan peralatan untuk mendeteksi dan mengetahui posisi dan data target yang ada di sekelilingnya secara pasif, dimana pesawat tidak ikut aktif jika terkena pancaran sinyal RF radar primer. Pancaran tersebut dipantulkan oleh badan pesawat dan dapat diterima di system penerima radar.

b). Secondary Surveillance Radar (SSR)

SSR merupakan peralatan untuk mendeteksi dan mengetahui posisi dan data target yang ada di sekelilingnya secara aktif, dimana pesawat ikut aktif jika menerima pancaran sinyal RF radar sekunder. Pancaran radar ini berupa pulsa-pulsa mode, pesawat yang dipasangi transponder, akan menerima pulsa-pulsa tersebut dan akan menjawab berupa pulsa-pulsa code ke system penerima radar.

c). Air Traffic Control Automation.

d). Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADS-B).

   Merupakan teknologi pengamatan yang menggunakan pemancaran informasi posisi oleh pesawat sebagai dasar pengamatan.

  1. Rambu Udara Radio

Peralatan Rambu Udara Radio, yaitu Peralatan navigasi udara yang berfungsi memberikan signal informasi berupa Bearing (arah) dan jarak pesawat terhadap Ground Station, yang terdiri dari peralatan.

a). Non Directional Beacon (NDB)

Fasilitas navigasi penerbangan yang bekerja dengan menggunakan frekuensi rendah (low frequency) dan dipasang pada suatu lokasi tertentu di dalam atau di luar lingkungan Bandar udara sesuai fungsinya.

b). VHF Omnidirectional Range (VOR)

Fasilitas navigasi penerbangan yang bekerja dengan menggunakan frekuensi radio dan dipasang pada suatu lokasi tertentu di dalam atau di luar lingkungan Bandar udara sesuai fungsinya.

c). Distance Measuring Equipment (DME)

Alat bantu navigasi penerbangan yang berfungsi untuk memberikan panduan/informasi jarak bagi pesawat udara dengan stasiun DME yang dituju (Stant range distance).

Penempatan DME pada umumnya berpasangan (collocated) dengan VOR atau Glide Path ILS yang ditempatkan di dalam atau di luar lingkungan bandara tergantung fungsinya

  1. 2.      Sistem Autopilot

Pilot otomatis (dari bahasa Inggris: autopilot) adalah sistem mekanikal, elektrikal, atau hidrolik yang memandu sebuah kendaraan tanpa campur tangan dari manusia. Umumnya pilot otomatis dihubungkan dengan pesawat, tetapi pilot otomatis juga digunakan di kapal dengan istilah yang sama.

Sistem pilot otomatis pertama diciptakan oleh Sperry Corporationtahun 1912. Lawrence Sperry (anak dari penemu ternama Elmer Sperry) mendemonstrasikannya dua tahun kemudian pada 1914 serta membuktikan kredibilitas penemuannya itu dengan menerbangkan sebuah pesawat tanpa disetir olehnya.

Pilot otomatis menghubungkan indikator ketinggian menggunakan giroskop dan kompas magnetik ke rudder, elevator dan aileron. Sistem pilot otomatis tersebut dapat menerbangkan pesawat secara lurus dan rata menurut arah kompas tanpa campur tangan pilot, sehingga mencakup 80% dari keseluruhan beban kerja pilot dalam penerbangan secara umum. Sistem pilot otomatis lurus-dan-rata ini masih umum sekarang ini, lebih murah dan merupakan jenis pilot otomatis yang paling dipercaya. Sistem tersebut juga memiliki tingkat kesalahan terkecil karena kontrolnya yang tidak rumit.

Awak pesawat yang bekerja di dalam pesawat Boeing 777 hanya mengawasi dan mengecek sistem autopilot, karena semua peralatan beroperasi secara otomatis.

3. Kontrol Lalu Lintas Udara

Segala aktifitas pengaturan lalulintas udara dikendalikan dari ruang air traffic control. Sedangkan Ruang Air Traffic Control sendiri terdiri dari empat unit tugas yaitu :

1.      Data Analyzing Room

2.      En-route Control Unit

3.      Pilot Unit

4.      Terminal Control Unit

Pada ruang Air Traffic Control bekerja para petugas pengatur lalulintas udara (air traffc controller) yang bertugas memantau dan mengarahkan lalulintas pergerakan semua pesawat yang terpantau di angkasa. Dalam menjalankan tugasnya, para petugas pengatur lalulintas udara memantau pergerakan pesawat dari alat Air Traffic Control Display.

4.  Sistem Pendaratan Pesawat

a). Instrumen Landing System

Instrument landing system adalah suatu sistem peralatan yang ada di Bandar udara yang digunakan untuk memandu pesawat dalam melakukan pendaratan dengan aman dan lancar. Instrument Landing System menggunakan dua transmisi. Transmisi yang pertama berfungsi untuk memandu pesawat menuju landasan pacu, transmisi yang kedua menginformasikan tentang ketinggian pesawat dari landasan pacu.

b). Alur Pendaratan Pesawat Terbang dengan di Pandu Instrument Landing System

c). Ground Controlled Approach

Pesawat yang terpantau radar akan diarahkan oleh operator Ground Controlled Approach tentang petunjuk pendaratan pesawat terbang, dengan tujuan pesawat dapat mendarat dengan aman. Pekerjaan ini menuntut konsentrasi yang tinggi dari operatornya, sehingga diperlukan kerja shift karena bandara beroperasi duapuluh empat jam.( Gita, “penggunaan komputer”(online)http://kumpulantugas-tugasgitaaaaa.blogspot.com/2011/07/penggunaan-komputer-di-bidang.html, diakses 31 Desember 2012)

5.Mobil Pandai

Pengolah mikro telah dimanfaatkat untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan mengemudikan mobil. Misalnya pada tahun 1985, oldsmobile dari US telah menerapkan sistem kendali berbasis pengolah mikro pada produknya. Pengolah mikro mendapatkan masukan data dari beberapa sumber, seperti :

  • Meter pompa injeksi (beban mesin)
  • Alternator (putaran mesin/menit)
  • Sistem pendinginan mesin
  • Sensor tekanan absolut untuk memantau sirkulasi dan pembuanagan gas
  • Gigi transmisi

Data masukan tersebut diolah oleh pengolah mikro untuk mengadakan tindakan pencegahan agar mesin tidak terlalu panas, memantau putaran mesin, beban mesin dan penggunaan gigi transmisi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan.

  1. 3.      PENDIDIKAN

Perkembangan Teknologi maklumat (IT) dengan aplikasinya telah mengubah corak dan cara manusia berfikir dan bekerja. Komputer dijadikan alat dalam pelbagai bidang perkerjaan antara lainnya adalah seperti perniagaan, pendidikan, kesihatan, muzik, ketenteraan, kejuruteraan, sains dan sebagainya.

Teknologi maklumat telah mengubah cara manusia bekerja. Hjetland (1995) menyatakan bahawa “Technology can make our lives easier. Everyday tasks are simplified”. Beliau juga menyatakan bagaimana teknologi dapat mempermudahkan tugas serta meningkatkan prestasi guru seperti penggunaan teknologi untuk kerja-kerja pengurusan dan kerja-kerja pengajaran pembelajaran. Becker (1991) menyatakan “ empayar di masa depan ialah empayar pemikiran dan minda” Untuk mengembangkan pemikiran dan minda pelajar khususnya, pendekatan pengajaran dan pembelajaran teknologi maklumat di sekolah perlu digubah kepada pemikiran penyelidikan, mengumpul maklumat, menganalisis data ke arah menggalakkan kreativiti dan motivasi pelajar. Pendekatan pengajaran secara tradisional secara sogokan nota-nota seharusnya di kikis dari pemikiran guru tetapi diubah dengan membekalkan pengetahuan dan kemahiran ke arah mendapatkan maklumat.

Penggunaan komputer dan internet mula bertapak di arena pendidikan dengan memperkenalkan alat pandang dengar, radio pendidikan dan TV pendidikan. Alat pandang dengar mula diperkenalkan pada tahun 1949. Tujuannya ialah untuk pembinaan dan penerbitan bahan bantuan mengajar, membekalkan maklumat dan lain-lain. Namun begitu radio pendidikan lebih awal mempeloporinya iaitu pada tahun1946 di bawah Jabatan Penyiaran, Kementerian Penerangan. Pada tahun 1972 Kementerian Pendidikan telah mengadakan stesyen atau siaran televisyen pendidikan bagi tujuan memodenkan pengajaran sehinggalah penggunaan komputer dan internet diperluaskan pada tahun awal 1990-an (V. Pang, 1992 )

Di bidang pendidikan penggunaan komputer sangat dibutuhkan untuk membantu sarana pengajaran yang lebih inovatif. Pemanfaatan komputer dalam dunia pendidikan dewasa ini sudah sangat luas. Koputer digunakan sebagai media pengajaran yang lebih interaktif dan inovatif. Komputer dapat digunakan Sebagai alat presentasi dengan bantuan sebuah proyektor.

Pendidikan saat ini dapat secara signifikan dipengaruhi oleh penggunaan komputer untuk melakukan kegiatan belajar jarak jauh. Jika siswa dan guru menggunakan komputer atau internet pada waktu yang sama, ini disebut pertemuan kelas sinkronus. Jika siswa dan guru mengirim pesan dan bertukar informasi pada waktu yang berlainan, kelas ini disebut asinkronus. Istilah pendidikan jarak jauh sudah umum digunakan karena metode ini populer untuk mengajar banyak orang di area yang tersebar. Model pendidikan ini juga populer diantara siswa yang punya jadwal kerja padat dan berlokasi pada jarak yang jauh.

Teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seirng perkembangan zaman. Pada awalnya komputer dimanfaatkan di sekolah sebagai penunjang kelancaran pekerjaan bidang administrasi dengan memanfaatkan software Microsoft word, excel dan access. Dengan masuknya materi Teknologi Informasi dan Komunikasi, maka peranan komputer mempunyai posisi yang sangat penting sebagai salah satu media pembelajaran. Diharapkan siswa dapat dan terbiasa menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal untuk mendapatkan dan memproses informasi dalam kegiatan belajar, bekerja, dan aktifitas lainnya, sehingga siswa mampu berkreasi, mengembangkan sikap imaginatif, mengembangkan kemampuan eksplorasi mandiri, dan mudah beradaptasi dengan perkembangan baru di lingkungannya selain itu siswa dapat terlibat pada perubahan pesat dalam kehidupan yang mengalami penambahan dan perubahan dalam penggunaan beragam produk teknologi informasi dan komunikasi.

Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan. Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning (kemampuan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh) yang semakin memudahkan proses pendidikan. Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan. Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem TIK  Internet merupakan alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan terjadinya in-teraksi antara dua orang atau lebih. Terdapat lima pergeseran yang diakibatkan oleh hadirnya teknologi dalam proses pembelajaran yaitu,

  1. Proses pelatihan bergeser ke proses penampilan.
  2. Proses pembelajaran yang biasa di dalam kelas bergeser ke di mana dan kapan saja.
  3. Proses belajar melalui kertas bergeser ke proses belajar secara online atau saluran.
  4. Fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja.
  5. Proses belajar dari waktu siklus ke waktu nyata(Hariadi, “dampak teknologi” Jakarta 2009)

Kemudian untuk memperlancar proses pinjam meminjam buku dalam perpustakaan juga ada yang menggunakan komputer, atau orang biasa menyebutnya perpustakaan elektronik.Ruang dan waktu merupakan dua permasalahan utama yang dihadapi oleh Perpustakaan dewasa ini. Biaya yang diperlukan untuk menyimpan buku, majalah, jurnal, surat kabar dan makalah terus membengkak. Disamping hal itu, beban petugas perpustakaan untuk melayani pembaca untuk menemukan bahan bacaan yang diperlukan semakin hari semakin berat karena jumlah bacaan yang semakin meningkat. Hal ini mengakibatkan lambatnya pelayanan.

Permasalahan tersebut dicoba diatasi dengan bantuan komputer. Komputer pada sat ini sudah mampu menggantikan katalogdan berdaya tampung besar. Sistem basis data jugatelah berkembang sehingga mampu untuk mengelola data dalam jumlha yang amat besar. Kemajuan dalam tekhnik pencarian kembali informasi telah memungkinkan dilakukan pencarian kembali informasi dalam waktu yang singkat.Perkembangan tekhnik pencetakan dengan bantuan komputer membuaka nuansa baru dalam penyimpanan informasi. Buku atau majalah yang dicetak selalu diolah dan diperiksa ulang dengan komputer, sehingga informasi elektronis dapat diperoleh secara langsung.

  1. 4.      PERTAHANAN

Komputer memiliki beberapa kegunaan dalam bidang aplikasi militer. Pertahanan pribadi menyiratkan maksud sebuah doktrin militer defensive menyiratkan operasi kekuatan militer yang lebih besar dari sebagian besar postur pertahanan, yang pada peperangan operasional skala yang luas meliputi operasi seperti Garis Maginot oleh sebagian besar bagian dari angkatan darat perancis sebelum perang dunia II. Dalam perencanaan operasi militer, sebuah strategi pertahanan adalah kebijakan untuk mencegah serangan atau meminimalkan kerusakan serangan dengan asumsi kekuatan pertahanan di kedalaman strategis untuk mencegah musuh dari menaklukan wilayah. Pertahanan juga merupakan eufemisme untuk perang yang digunakan oleh pemerintah untuk mencerminkan sikap non-agresif mereka di wilayah mereka yang tidak membawa konotasi negative perang seperti kementrian atau departemen pertahanan. Dalam lingkup kebijakan pertahanan nasional, pertahanan digunakan untuk mencakup sebagian besar militer itu. Ilmu militer berusaha untuk menintegrasikan semua makna pertahanan menjadi kesatuan yang utuh yang berusaha untuk memahami dan mengembangkan. Meskipun pertahanan wilayah perairan territorial dan wilayah udara nasional merupakan salah satu fungsi pemerintah Negara –negara berdaulat di dunia modern, Murrary Rothbard berpendapat bahwa hal tersebut bisa lebih efisien, digunakan untuk mensimulasi perilaku dari pesawat, kendaraan dan sistem senjata untuk memberikan praktik kepada para trainee dan memungkinkan mereka belajar dari kesalahan fatal yang mematikan. Komputer dapat merekam kinerja trainee dan menampilkannya kembali sehingga trainee dapat mengamati perilaku mereka sendiri dan belajar dari perilaku tersebut. Banyak orang militer masuk medan perang dengan pengalaman terbatas dalam hal penggunaan amunisi, tetepi simulasi sangat realistis sehingga mereka dapat melakukan tugas mereka dengan baik.(Sky-a7, “penerapan computer” (online)http://sky-a7x.blogspot.com/2011/05/penerapan-komputer-dibidang.html diakses 02 Januari 2013)

  1. 5.      PEMERINTAHAN

Pemerintah pada dasarnya adalah pelayan masyarakat yang selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanannya dari waktu ke waktu.

Pemerintah di negara manapun di dunia ini, merupakan administrator data yang besar. Data merupakan salah satu bagian yang amat penting dalam administrasi pemerintahan. Lancarnya pelayanan amat tergantung dari kelengkapan data.

Berbagai jenis data seperti data kependudukan, perdagangan, kesehatan, industri, pegawai negeri, angkatan bersenjata, dll membuat pemerintah merupakan pemakai komputer terbesar. Berbagai jenis komputer digunakan untuk menunjang administasi pemerintahan.

Berikut ini adalah jenis –jenis aplikasi yang penting yang menunjang kegiatan-kegiatan pemerintahan secara langsung baik yang bersifat operasional maupun yang mengarah kepada terciptanya kebijakan-kebijakan dalam masalah kenegaraan,

  • Aplikasi kepegawaian

Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN) adalah badan yang mengadministrasikan seluruh data kepegawaian. Aplikasi pengolahan datanya meliputi : kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, mutasi pegawai, penentuan masa pensiun.

  • Aplikasi di pemerintahan daerah

Aplikasi komputer yang digunakan meliputi : bidang kependudukan (KTP), kepegawaian tingkat daerah, pajak-pajak daerah, perumahan dan lalu lintas.

  • Surat tanda nomor kendaraan bermotor (STNK)

Dibandingkan dengan negara-negara maju, perkembangan aplikasi komputer dalam pemerintahan Indonesia tergolong lambat. Hal ini disebabkan karena :

  • Biaya
  • Sistem administrasi pemerintahan masih dalam proses pengembangan(Andhika, “komputer dan pemerintah” 2010)

Jadi, secara umum permasalahan yang timbul dengan adanya komputerisasi di pemerintahan belum cukup besar untuk dipermasalahkan secara nasional

Sedangkan di negara-negara maju, perkembagan aplikasi komputer dalam bidang pemerintahan berlangsung dengan cepat, sehingga komputerisasi mulai menimbulkan masalah di negara-negara tersebut.

  1. 6.      INDUSTRI
  2. A.    Industri Pertanian

Sistem informasi dan teknologi komputer telah menjadi komponen yang sangat penting bagi keberhasilan kegiatan usaha manusia. Seiring berjalan dan berkembangnya zaman, system informasi dan teknologi juga telah mengalami perubahan-perubahan dan kemajuan yang telah disesuaikan pada setiap kebutuhan manusia.

Dalam dunia yang serba digital sekarang ini, ditambah lagi teknologi yang terus berkembang, penerapan aplikasi teknologi dalam berbagai bidang pun terus dilakukan, tidak terkecuali dalam sektor pertanian, sektor perekonomian utama di Indonesia mengingat sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup dalam dunia pertanian.

Salah satu contohnya adalah aplikasi GIS atau Geographical Information System, dan jika diterjemahkan secara bebas ke bahasa Indonesia, kita bisa menyebutnya SIG atau Sistem Informasi Geografi. SIG adalah suatu sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan data yang bereferensi spasial atau berkoordinat geografi atau dengan kata lain suatu SIG adalah suatu sistem basis data dengan kemampuan khusus untuk menangani data yang bereferensi keruangan (spasial) bersamaan dengan seperangkat operasi kerja.

Walaupun saat ini penggunaan SIG dalam bidang pertanian belum umum dipakai, karena seringnya SIG diapakai untuk melihat kerusakan lahan akibat bencana alam, tapi bukanya tidak mungkin penerapan SIG dalam dunia pertanian akan makin sering dipakai. Sistem SIG ini bukan semata-mata software atau aplikasi komputer, namun merupakan keseluruhan dari pekerjaan managemen pengelolaan lahan pertanian, pemetaan lahan, pencatatan kegiatan harian di kebun menjadi database, perencanaan sistem dan lain-lain. Sehingga bisa dikatakan merupakan perencanaan ulang pengelolaan pertanian menjadi sistem yang terintegrasi.(Putra, “Makalah system aplikasi komputer”(online)http://putracheel.blogspot.com/2012/06/makalah-sistem-aplikasi-komputer-di.html, diakses 02 Januari 2013)

  1. B.     Industri Perdagangan

Banyak kalangan yang berpendapat bahwa saat ini adalah era informasi global, dimana era ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi Informasi yang perangkat utamanya adalah komputer. Informasi yang bisa dilakukan tidak hanya sekedar informasi suara atau gambar,namun informasi yang di sajikan bisa bersifat multi media.Kita dapat memanfaatkan komputer dengan beragam cara mulai sebagai alat bantu menulis, menggambar, mengedit foto ataupun, memutar video,memutar lagu sampai analisis data hasil penelitian maupun untuk mengoperasikan program-program penyelesaian problem-problem ilmiah, bisinis, mengendalikan mesin industri.Sebelum muncul perangkat computer banyak permasalahan yang muncul karena pada saat sebelum computer ini muncul system perdagangan masih dikerjakan secara manual walaupun konsep-konsep system informasi itu sudah ada sebelum komputer ada namuan tetap saja terdapat kesulitan. Banyak kesulitan-kesulitan yang terdapat dalam perdagangan sehingga hasil yang diharapkan kurang maksimum.

Masalah-masalah tersebut antara lain:

a). Sistem Perdagangan yang manual sehingga susah untuk diedit jika terdapat kesalahan.

b). Susahnya komunikasi dalam perdagangan antara Negara-negara di dunia.

c). Ketertinggalan Informasi untuk memproduksi barang yang dibutuhkan oleh masyarakat baik dari luar negri maupun dalam negri.

Beberapa aplikasi yang digunakan dalam perdagangan:

a). Inatrade

Digunakan oleh pihak pengusaha dalam proses pengajuan ijin eksport dan import.

b). Search Engine

Digunakan dalam system perdagangan online.

c). Mobile trading

Aplikasi perdagangan untuk seluruh akun MetaTrader

a). Public Key Infrastructure (PKI)

b). H2H

digunakan untuk pendistribusian pulsa elektrik.

c). HTTPS

  1. 7.      SENI DAN BUDAYA
    1. Kesenian

Dalam penggunaannya di dalam proses perancangan grafis, komputer yang berbasiskan teknologi digital menawarkan berbagai kemudahan, kecepatan, keleluasaan dalam menghasilkan suatu gagasan-gagasan visual. Komputer telah menciptakan suatu ruang bermain dan berkreasi bagi para perancang seluas-luasnya, banyak hal-hal baru yang sebelumnya tidak memungkinkan untuk dilakukan dengan teknik manual, saat ini menjadi suatu kenyataan bahkan suatu yang tidak terpikirkan sebelumnya. Komputer grafis telah banyak memberikan pengaruh, tidak hanya terhadap tampilan karya produk cetakan tetapi juga pada proses produksi dan proses kreasi bagi perancang grafis.

Peralatan yang digunakan oleh desainer grafis adalah ide, akal, mata, tangan, alat gambar tangan, dan komputer. Sebuah konsep atau ide biasanya tidak dianggap sebagai sebuah desain sebelum direalisasikan atau dinyatakan dalam bentuk visual.

Pada pertengahan 1980, kedatangan desktop publishing serta pengenalan sejumlah aplikasi perangkat lunak grafis memperkenalkan satu generasi desainer pada manipulasi image dengan komputer dan penciptaan image 3D yang sebelumnya adalah merupakan kerja yang susah payah. Desain grafis dengan komputer memungkinkan perancang untuk melihat hasil dari tata letak atau perubahan tipografi dengan seketika tanpa menggunakan tinta atau pena, atau untuk mensimulasikan efek dari media tradisional tanpa perlu menuntut banyak ruang. Seorang perancang grafis menggunakan sketsa untuk mengeksplorasi ide-ide yang kompleks secara cepat, dan selanjutnya ia memiliki kebebasan untuk memilih alat untuk menyelesaikannya, dengan tangan atau komputer.

Berikut adalah beberapa perangkat lunak yang dapat digunakan untuk disain grafis:

–          Desktop Publishing
a). Adobe Photoshop

b). Adobe Illustrator

c). Adobe Indesign

d). Page Maker

e). Coreldraw

f). GIMP

g). Inkscape

h). Adobe Freehand

i). Adobe image ready

–     Webdesign
a). Macromedia Dreamweaver

b). Microsoft Frontpage

c). Notepad

d). Adobe Photoshop

–          Audiovisual
a). Adobe After Effect

b). Adobe Premier

c), Final Cut

d). Adobe Flash, atau sebelumnya Macromedia Flash

–          Rendering 3 Dimensi
a). 3D StudioMax

b). Maya

c). AutoCad

d). Google SketchUp

e). Blender(”Penggunaan komputer”(online)http://tugashal25lional.blogspot.com/2012/09/no5-penggunaan-komputer-dalam-bidang.html, diakses 02 Januari 2013)

Perkembangan dunia percetakan tidak dapat dipungkiri telah berjalan dengan cepat. Meski demikian secara dasar teknik-teknik yang dipergunakan sama dengan berbagai teknik yang sudah lama digunakan seperti relief print, intaglio print, dsb, hanya saja ada beberapa aplikasi baru yang dapat digunakan dalam pembuatan seni grafis yang tidak jarang hasil yang dicapai lebih memuaskan. Aplikasi tersebut berupa pemanfaatan media komputerisasi sebagai sarana desain juga sarana pemudah pencetakan melalui digital printing.

Pemanfaatan media komputeisasi ini merupakan pemicu awal munculnya anggapan bahwa seni grafis mulai bergeser dari fungsi awalnya sebagai seni murni menjadi fungsi seni terapan bersanding dengan seni kriya dan desain. Anggapan pergeseran ini didasarkan pada tujuan pembuatan karya itu sendiri, dengan munculnya media komputer maka kemudahan dalam hal pencapaian kuantitas yang diinginkan semakin menjanjikan sehingga semakin menggiurkan para seniman grafis ( pada mulanya) untuk terjun dalam dunia marketing. Selain dikuatkan oleh berbagai kemudahan tersebut pergeseran juga didorong oleh kebutuhan hidup yang semakin pelik disertai penyediaan peralatan untuk komputerisasi yang tidak murah.

Namun dalam hal ini tidak semuanya teknik grafis dapat dipukul rata dengan komputerisasi secara absolut, ada tiga teknik dari 4 teknik yang tidak dapat menggunakan teknik komputerisasi, yaitu teknik cetak tinggi, cetak dalam, dan cetak datar. Adapun cetak sablon dapat diganti dengan komputerisasi dikarenakan konsep dasar sablon adalah penciptaan karya 2D tanpa tekstur, dan tanpa degradasi yang detail yang kesemua itu dapat dilakukan oleh komputer dengan mudah dan hasil yang lebih memuaskan (memakai software pendukung seperti corel, adobe, autocad, dsb).

Teknik cetak tinggi, cetak dalam, dan cetak datar tidak dapat dipukul rata dengan sistem komputerisasi karena ketiganya memiliki ciri khusus yang tidak dapat digantikan fungsinya oleh komputer , meskipun dapat digantikan maka akan mempunyai karakteristik sendiri. Ciri- ciri khusus tersebut  antara lain adalah ketiganya memiliki unsur tekstur, dan unsur goresan alamiah yang dihasilkan oleh acuan serta efek warna yang dapat diolah secara khusus oleh seniman dengan gayanya sendiri tentunya. Selain itu ada ciri khusus yang sifatnya dilandaskan pada kerumitan dan usaha keras yang dilakukan untuk menghasilkan karya grafis yang spektakuler, kerumitan dan usaha keras ini dapat mencakup semua jenis teknik sebab kerumitan selalu disandarkan pada hal yang sifatnya manual dari pada otomatis (komputer).

Seni grafis secara tidak langsung (pada teknik tertentu) mulai menjamah modernisasi (seni grafis modern). Hal ini ditandai dengan munculnya teknik-teknik kreatif baru sebagaimana Rolf Nesch (1893-1975), yang mendapat pengakuan internasional untuk teknik grafis logam, dan artis Sámi John Savio (1902-1938), dengan cetakan kayunya. Stanley Hayter Atelier 17 di Paris, yang berspesialisasi dalam teknik mencetak banyak warna hanya dengan menggunakan satu pelat. Berbagai teknik baru mulai diperkenalkan pada tahun 1970, termasuk cetakan di atas kain sutra, dan kebangkitan seni sketsa baik yang mengandung arti kiasan maupun tidak. Tahun 1970 seringkali dianggap sebagai jaman keemasan seni grafis, Nama yang patut diperhitungkan dalam beberapa tahun terakhir termasuk Bjørn-Willy Mortensen (1941-1993), Per Kleiva (b1933) dan Anders Kjær (1940).

Dengan munculnya seni grafis modern maka ajang kreatifitas seniman grafis tidak dapat dibendung karena konsep dasar seni modern adalah unsur kreatifitas untuk memunculkan sesuatu yang baru. Sehingga peluang kemunculan seni grafis terapan semakin besar. Hal ini ditandai dengan kemunculan omzet digital printing dan sablon yang digelar dalam pasar komersial. Padahal konsep dasar seni (termasuk seni rupa- seni grafis-) terkait estetika seni itu sendiri terletak pada nilainya, sedang nilai itu tidak dapat dikurskan dalam bentuk nominal secara pasti karena nilai itu adalah hal abstrak yang tidak memiliki batasan. Kalaupun karya seni itu dapat dipasarkan maka harga yang didapat adalah biaya operasional dan ongkos seniman atau pencipta, bukan harga dari nilai yang dimiliki karya tersebut. Selain hal itu terdapat manipulasi nilai karya seni grafis yang semakin mempertajam munculnya seni grafis terapan yaitu karya yang disandarkan pada permintaan pasar bukan pada kepuasan ekspresi pencipta.

Penggolongan seni grafis berdasarkan teknik ini dikarenakan perbedaan acuan dan persyaratan yang harus dimiliki masing-masing teknik. Adapun teknik-teknik tersebut adalah teknik cetak tinggi ( Relief Print), teknik seni cetak datar (Surface screen), teknik cetak dalam ( intaglio print) dan teknik cetak saring( silk -screen).

Dalam kenyataan di lapangan, situasi kegiatan komunikasi grafis di Indonesia tak sepenuhnya seperti diagram umum di atas. Olah huruf / type design & typography  yang di beberapa negara maju merupakan profesi khusus ( mendesain font / typeface, hand lettering, tipografi / olahan tata huruf ) di Indonesia tak berkembang menjadi bidang profesi tersendiri (pernyataan Bp. Danton Sihombing MFA pakar bidang huruf). Di Indonesia olah huruf pada era digital dikerjakan sendiri di komputer oleh desainer ataupun operator atas petunjuk desainer. Meski ada juga yang  olah huruf khusus seperti hand lettering dan Kaligrafi tidak merupakan bidang spesialisasi profesi yang berkembang baik. Karena itu dalam standar kompetensi komunikasi grafis ini olah huruf/tipografi tak dibuat sebagai sub-bidang kompetensi tersendiri, tetapi menjadi subkompetensi untuk sub bidang desain grafis.

  1. Budaya

Sejak dahulu kala, proses pengolahan data telah dilakukan oleh manusia. Manusia juga menemukan alat-alat mekanik dan elektronik untuk membantu manusia dalam penghitungan dan pengolahan data supaya bisa mendapatkan hasil lebih cepat. Komputer yang kita temui saat ini adalah suatu evolusi panjang dari penemuan-penemuan manusia sejah dahulu kala berupa alat mekanik maupun elektronik. Saat ini komputer dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan.
Komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar perhitungan matematik biasa. Diantaranya adalah sistem komputer di kassa supermarket yang mampu membaca kode barang belanjaan, sentral telepon yang menangani jutaan panggilan dan komunikasi, jaringan komputer dan internet yang mennghubungkan berbagai tempat di dunia.
Bagaimanapun juga alat pengolah data dari sejak jaman purba sampai saat ini bisa kita golongkan ke dalam 4 golongan besar.
1. Peralatan manual: yaitu peralatan pengolahan data yang sangat sederhana, dan faktor terpenting dalam pemakaian alat adalah menggunakan tenaga tangan manusia
2. Peralatan Mekanik: yaitu peralatan yang sudah berbentuk mekanik yang digerakkan dengan tangan secara manual
3. Peralatan Mekanik Elektronik: Peralatan mekanik yang digerakkan oleh secara otomatis oleh motor elektronik
4. Peralatan Elektronik: Peralatan yang bekerjanya secara elektronik penuh.

  1. B.     DAMPAK KOMPUTER

Seperti yang sudah kami katakana pada awal makalah ini, setiap sesuatu yang baru pasti mempunyai dampak-dampak tertentu, baik itu dampak positifnya ataupun dampak negatifnya.(karena kami telah banyak membahas dampak positifnya, maka dalam sub BAB ini kami hanya akan membahas dampak negatifnya saja).

Dampak-dampak negatifnya antara lain :

  1. Pembobolan Kartu Kredit

Dikatakan pula, pembobolan karttu kredit (Credit Card Fraud) dengan modus mencuri, memalsukan kartu kredit dan bertransaksi melalui internet. Perbuatan ini menimbulkan kerugian pada pemilik kartu, Bank penerbit, Onlineshop dan asuransi penjamin transaksi, begitu juga negara, lantaran barang tersebut tidak dikenakan pajak. Berkaitan dengan hal itu, tahun 2004 VerySign’s melaporkan bahwa Indonesia pernah menduduki tempat terhormat dalam kasus penipuan menggunakan kartu kredit yang dikenal dengan “Carding”. Dari aspek total volume bertransaksi Indonesia berada pada ranking pertama setelah Ukraina. Namundari aspek prosentase transaksi, Amerika Serikat menduduki ranking satu.

“Menonjolnya aktivitas cybercreme yang berasal dari Indonesia berdampak negatif yang cukup besar bagi komunitas Teknologi Infprmasi (TI) di Indonesia. Survey Clear Commerce.Com mensinyalir Indonesia merupakan negara kedua terburuk dalam aktivitas Cybercreme di dunia”jelasnya.

  1. Perusakan Situs Internet

Sementara itu kejahatan dalam perusakan situs internet, termasuk kejahatan yang berakibat besar bagi manusia, terutama situs-situs resmi pemerintah atau lembaga yang dipercayai masyarakat. Kita masih ingat, bagaimana detik-detik terakhir orang menunggu perhitungan suara pada Pemilu tahun 2004. Ternyata jumlah suara yang sudah masuk ke situs Komisi Pemilihan Umum (KPU) diacak oleh orang yang tidak bertanggungjawab, sehingga cukup merepotkan panitia untuk berkerja dua kali dalam hal yang sama.

“Masih banyak lagi kegiatan-kegiatan kejahatan lainnya di internet, misalnya Pengiriman e-mail sampah (Spam), Pengiriman virus, Memata-matai orang (Spyware), pengacawan trafik jaringan dan lainnya”imbuhnya.

Selanjutnya dikatakan, konteks mahasiswa dan internet, tentunya mahasiswa mempunyai peran ganda. Satu sisi bagaimana ia memanfa’atkan secara maksimal internet untuk menambah ilmu pengetahuan, wawasan berfikir dan pengembangan intelektualitas. Di sisi lain ia sebagai generasi terdidik dan menjadi harapan bangsa di masa depan. Tentu ia mempunyai tanggungjawab moral (Moral Obligation) ikut mengkampanyekan atau mencegah agar pemanfa’atan internet tidak disalahgunakan, menjadi kejahatan di dunia maya (Cybercreme). Semoga. (B.tri)

  1. Pornografi

Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen ‘browser’ melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.( Albertus Bramantya W., “efek-efek buruk yang dihasilkan dari penggunaan komputer(online)”http://ccoommppuutteerr.wordpress.com/2012/09/09/efek-efek-buruk-yang-dihasilkan-dari-penggunaan-komputer/, diakses 02 Januari 2013)

BAB III

SIMPULAN DAN SARAN

  1. A.    Kesimpulan

Komputer dapat dimanfaatkan dan digunakan dengan beragam cara mulai sebagai alat bantu menulis, menggambar, mengedit foto, memutar video, memutar lagu sampai analisis data hasil penelitian maupun untuk mengoperasikan program-program penyelesaian problem-problem ilmiah, bisnis, bahkan mengendalikan pesawat ruang angkasa. Penggunaan komputer untuk mencari informasi di bidang Perbankan, Transportasi, Pendidikan, Komunikasi Dan Teknologi Informasi data yang diperoleh informasi yang cepat, akurat, informatif dan efisien.

Seperti dikutip dari BBC, seorang ilmuwan dari Institute for Computing in the Humanities, University of Illinois, Amerika Serikat (AS), Kalev Leetaru, mengemukakan bahwa sebuahkomputer super yang dibekali dengan berjuta-juta informasi mampu memprediksi kejadian-kejadian besar di masa mendatang. Teknologi Informasi dapat didefinisikan sebagai suatu teknologi yang berfungsi untuk menghasilkan, menyimpan, mengolah, dan menyebarkan informasi tersebut dengan berbagai bentuk media.

Dampak Teknologi Informasi/Komputer tersebut terbagi atas 2, yaitu dampak positif dan dampak negatif. Manfaat yang didapatkan, teknologi informasi mulai digunakan dan diterapkan untuk membantu operasional dalam proses bisnis. Dampak negative, penggunaan komputer yang bertujuan untuk memperingan dan mempercepat pekerjaan, di sisi lain bisa menimbulkan pengangguran, karena beban pekerjaan semakin berkurang dengan adanya komputer, dan juga bisa menimbulkan beberapa penyakit serta tindakan-tindakan asusila.

  1. B.     Saran

Dari semua pembahasan tentang penggunaan komputer dan dampaknya ini tentunya kita dapat mengambil suatu simpulan sendiri-sendiri, dan kami menyarankan umumnya kepada semua pembaca dan khususnya kita para generasi penerus Bangsa supaya menggunakan komputer dan juga teknologi yang semakin maju ini dengan sebijak-bijaknya, agar kita bisa setidaknya mengurangi dampak negative yang ada pada setiap hal tersebut, terimakasih.

DAFTAR REFERENSI

 

Wahyudin. 2009. “e-health dalam dunia kesehatan”, skripsi sarjana tidak diterbitkan, Universitas Pendidikan Indonesia

Hariadi, “dampak teknologi” Jakarta 2009)

Lina Aswida, pemanfaatan computer (online)http://lisnaaswida.blogspot.com/2010/10/pemanfaatan-komputer-dalam-bidang.html diakses, 31 Desember 2012 ).

Gita, “penggunaan komputer”(online)http://kumpulantugas-tugasgitaaaaa.blogspot.com/2011/07/penggunaan-komputer-di-bidang.html  diakses 31 Desember 2012)

Sky-a7, “penerapan computer”(online) (http://sky-a7x.blogspot.com/2011/05/penerapan-komputer-dibidang.htmldiakses 02 Januari 2013)

Gita, “penggunaan komputer”(online)http://kumpulantugas-tugasgitaaaaa.blogspot.com/2011/07/penggunaan-komputer-di-bidang.html, diakses 02 Januari 2013)

Putra, “Makalah system aplikasi komputer”(online)http://putracheel.blogspot.com/2012/06/makalah-sistem-aplikasi-komputer-di.html, diakses 02 Januari 2012)

”Penggunaan komputer”(online)http://tugashal25lional.blogspot.com/2012/09/no5-penggunaan-komputer-dalam-bidang.html, diakses 02 Januari 2013)

Albertus Bramantya W., “efek-efek buruk yang dihasilkan dari penggunaan komputer”(online)http://ccoommppuutteerr.wordpress.com/2012/09/09/efek-efek-buruk-yang-dihasilkan-dari-penggunaan-komputer/, diakses 02 Januari 2013)

Wawasan Nusantara

Makalah Wawasan Nusantara

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh :

 

-Agung Aprianto

-Bahri Hidayat

-Hasnan Yasin

-Numan Najib Najmudin

Universitas Pamulang

Jl.Surya Kencana No.1 Pamulang

http://www.unpam.ac.id

KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum Wr.Wb

 

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kita semua sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “WAWASAN NUSANTARA”. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini, sehingga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua mahasiswa Universitas Pamulang khususnya dan semua orang pada umumnya, dan kami ucapkan juga terimakasih kepada yang terhormat Bapak Guntarto Widodo selaku dosen PPKN yang memeberikan mata kuliah ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa Memberikan kesehatan iman dan islam kepada kita semua, Amin.

Wasalamu’alaikum Wr.Wb

BAB I
PENDAHULUAN

Salah satu persyaratan mutlak harus dimiliki oleh sebuah negara adalah wilayah kedaulatan, di samping rakyat dan pemerintahan yang diakui. Konsep dasar wilayah negara

kepulauan telah diletakkan melalui Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957. Deklarasi tersebut

memiliki nilai sangat strategis bagi bangsa indonesia, karena telah melahirkan konsep Wawasan Nusantara yang menyatukan wilayah Indonesia. Laut Nusantara bukan lagi sebagai pemisah, akan tetapi sebagai pemersatu bangsa Indonesia yang disikapi sebagai wilayah kedaulatan mutlak Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ada bangsa yang secara eksplisit mempunyai cara bagaimana ia memandang tanah airnya beserta lingkungannya. Cara pandang itu biasa dinamakan wawasan nasional. Tetapi cukup banyak juga negara yang tidak mempunyai wawasan, seperti: Prancis, Thailand, Myanmar, dan sebagainya. Indonesia wawasan nasionalnya adalah wawasan nusantara. Wawasan Nusantara ialah cara pandang bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang sarwa nusantara dan penekanannya dalam mengekspresikan diri sebagai bangsa Indonesia di tengah-tengah lingkungannya yang sarwa nusantara itu. Unsur-unsur dasar wasantara itu ialah: wadah(contour atau organisasi), isi, dan tata laku. Dari wadah dan isi wasantara itu, tampak adanya bidang-bidang usaha untuk mencapai kesatuan dan keserasian dalam bidang-bidang:

  1. Satu kesatuan wilayah
  2. Satu kesatuan bangsa
  3. Satu kesatuan budaya
  4. Satu kesatuan ekonomi
  5. Satu kesatuan hankam.

Jelaslah disini bahwa Wawasan Nusantara adalah pengejawantahan falsafah Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara republik Indonesia. Kelengkapan dan keutuhan pelaksanaan wawasan nusantara akan terwujud dalam terselenggaranya ketahanan nasional Indonesia yang senantiasa harus ditingkatkan sesuai dengan tuntutan zaman. Ketahanan nasional itu akan dapat meningkat jika ada pembangunan yang meningkat, dalam “koridor” wawasan nusantara.

BAB II

 

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Wawasan Nusantara

            Kata wawasan berasal dari bahasa jawa wawas(mawas) yang artinya melihat atau memandang, jadi kata wawasan dapat diartikan sebagai cara pandang atau cara melihat. Nusantara adalah sebuah kata majemuk yang diambil dari bahasa jawa kuno yakni nusa yang berarti pulau, dan antara yang berarti lain.

Wawasan nusantara merupakan wawasan nasional yang bersumber pada Pancasila dan berdasarkan UUD 1945 adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional. (Ketetapan MPR tahun 1993 dan 1998).

Wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam. (Prof. Dr Wan Usman, Ketua Program S-2 PKN-UI)

Wawasan nusantara adalah cara pandang atau sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional. (Kelompok kerja wawasan nusantara, diusulkan menjadi ketetapan MPR dan dibuat di Lemhannas 1999).

2.2 Dasar Pemikiran Wawasan Nusantara

Wawasan nusantara dibentuk dan dijiwai oleh pemahaman kekuasaan bangsa Indonesia yang berlandaskan falsafah Pancasila dan oleh pandangan geopolitik Indonesia yang berlandaskan pemikiran kewilayahan dan kehidupan bangsa Indonesia. Karena itu, pembahasan latar belakang filosofis sebagai dasar pemikiran pembinaan dan pengembangan wawasan nasional Indonesia ditinjau dari:

  1. Latar belakang pemikiran berdasarkan falsafah Pancasila.

1.1.Sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

Dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Dalam kehidupan sehari-hari mereka mengembangkan sikap saling menghormati, member kesempatan dan kebebasan mejalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing, serta tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan dengan cara apapun kepada orang lain. Sikap tersebut mewarnai wawasan nusantara yang menghendaki keutuhan dan kebersamaan dengan tetap menghormati dan memberikan kebebasan dalam menganut dan mengamalkan agama masing-masing.

1.2.Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.

Dalam sila Kemanusiaa Yang Adil dan Beradab, bangsa Indonesia mengakui, menghargai, dan memberikan hak dan kebebasan yang sama kepada setiap warga negaranya untuk menerapkan HAM. Namun kebebasan HAM tersebut tidak mengganggu dan harus menghormati HAM orang lain. Sikap tersebut  mewarnai wawasan nusantara yang memberikan kebebasan dalam mengekspresikan HAM daengan tetap mengingat dan menghormati hak orang lain sehingga menumbuhkan toleransi dan kerja sama.

1.3.Sila Persatuan Indonesia.

Dengan sila Persatuan Indonesia, bangsa Indonesia lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Kepentingan masyarakat yang lebih luas harus lebih diutamakan dari pada kepentingan golongan, suku maupun perorangan. Tetapi kepentingan yang lebih besar tersebut tidak mematikan atau meniadakan kepentingan golongan, suku bangsa, maupun perorangan. Sikap tersebut mewarnai wawasam nusantara yang mengeutamakan keutuhan bangsa dan negara dengan tetep memperhatikan , menghormati, dan menampung kepentingan golongan, suku bangsa, maupun perorangan.

1.4.Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.

Dengan sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, bangsa Indonesia mengakui bahwa pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan bersama diusahakan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat. Ini berarti tidak tertutupnya kemungkinan dilakukannya pemungutan suara(voting) dan berarti tidak dilakukannya pemaksaan pendapat dengan cara apapun. Sikap tersebut mewarnai wawasan nusantara yang melakukan musyawarah untuk mencapai mufakat dengan tetap menghargai dan menghormati perbedaan pendapat.

1.5.Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Dengan sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, bangsa Indonesia mengakui dan menghargai warganya untuk mencapai kesejahteraan yang setinggi-tingginya sesuai hasil karya dan usahanya masing-masing. Tetapi usaha untuk meningkatkan kemakmuran tersebut tanpa merugikan apalagi menghancurkan orang lain. Sikap terssebut mewarnai  wawasan nusantara yang memberikan kebebasan  untuk mencapai kesejahteraan setinggi-tingginya bagi setiap orang dengan memperhatikan keadilan bagi daerah penghasil, daerah lain.

  1. Latar belakang pemikiran aspek Kewilayahan Nusantara.

Kondisi dan konstelasi geografi Indonesia mengandung beraneka ragam kekayaan alam baik yang berada di dalam maupun yang di atas permukaan bumi, potensi di ruang udara dan ruang antariksa, dan jumlah penduduk yang besar yang terdiri dari berbagai suku yang memiliki budaya, tradisi, serta pola kehidupan yang beraneka ragam.

Dengan demikian, secara kontekstual, geografi Indonesia mengandung keunggulan dan kelemahan/kerawanan. Karena itu, kondisi dan konstelasi geografi ini harus dicermati secara menyeluruh dalam perumusan kebujaksanaan politik yang disebut geopolotik Indonesia. Dengan kata lain, setiap perumus kebijaksanaan nasional harus memiliki wawasan kewilayahan atau ruang hidup bangsa yang diatur oleh politik ketatanegaraan. Karena itu wawasan nusantara yang memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi  dan konstelasi geografis Indonesia mengharuskan tetap terpeliharanyakeutuhan dan kekompakan wilayah, tetap dihargainya dan dijaganya cirri, karrakter serta kemampuan (keunggulan dan kelemahan) masing-masing daerah, dan diupayakan pemanfaatan nilai lebih dari geografi Indonesia.

  1. Latar belakang pemikiran aspek Sosial Budaya Bangsa Indonesia.

Dari tinjauan social budaya bangsa Indonesia, pada akhirnya dipahami bahwa proses social dalam kseseluruhan upaya menjaga persatuan nasional sangat membutuhkan kesamaan presepsi diantara segenap masyarakat tentang eksistensi budaya yang sangat beragam namun memiliki semangat untuk membina kehidupan bersama secara harmonis. Dengan adanya kesamaan presepsi ini wawasan nasional Indonesia diwarnai oleh keinginan untuk menumbuh suburkan factor-faktor positif, mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa, dan mengurangi pengaruh negatif dari factor-faktor yang menimbulkan disintegrasi bangsa.

  1. Latar belakang pemikiran aspek Kesejarahan Bangsa Indonesia

Dari sejarah bangsa Indonesia tampak bahwa wawasan nasional Indonesia diwarnai oleh pengalaman sejarah yang tidak menginginkan terulangnya perpecahan dalam lingkungan bangsa dan negara Indonesia yang akan melemahkan perjuangan dalam mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional sebagai hasil kesepakatan bersama agar bangsa Indonesia setara dengan bangsa lain.

 

 

2.3 Unsur-Unsur Wawasan Nusantara

1. Wadah (Contour)

Wadah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sifat serba nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk serta aneka ragam budaya. Bangsa Indonesia memiliki organisasi kenegaraan yang merupakan wadah berbagai kegiatan kenegaraan dalam wujud supra struktur politik dan wadah dalam kehidupan bermasyarakat adalah berbagai kelembagaan dalam wujud infra struktur politik.

2. Isi (Content)

Adalah aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD1945. Untuk mencapai aspirasi yang berkembang di masyarakat maupun cita-cita dan tujuan nasional seperti tersebut di atas bangsa Indonesia harus mampu menciptakan persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan dalam kehidupan nasional yang berupa politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam. Isi menyangkut dua hal, pertama realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama dan perwujudannya, pencapaian cita-cita dan tujuan nasional persatuan, kedua persatuan dan kesatuan dalam kebinekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional.

3. Tata Laku (Conduct)

Hasil interaksi antara wadah dan isi wasantara yang terdiri dari : Tata laku batiniah yaitu mencerminkan jiwa, semangat dan mentalitas yang balk dari bangsa Indonesia. Tata laku Iahiriah yaitu tercermin dalam tindakan, perbuatan dan perilaku dari bangsa Indonesia. Kedua tata laku tersebut mencerminkan identitas jati diri/kepribadian bangsa berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan yang memiliki rasa bangga dan cinta terhadap bangsa dan tanah air sehingga menimbulkan rasa nasionalisme yang tinggi dalam semua aspek kehidupan nasional.

2.4 Isi Wawasan Nusantara

Wawasan Nusantara mencakup :

1. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Politik, dalam arti :

a. Bahwa kebulatan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya merupakan satu kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup, dan kesatuan matra seluruh bangsa serta menjadi modal dan milik bersama bangsa.

b. Bahwa bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan berbicara dalam berbagai bahasa daerah serta memeluk dan meyakini berbagai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa harus merupakan satu kesatuan bangsa yang bulat dalam arti yang seluas-luasnya.

c. Bahwa secara psikologis, bangsa Indonesia harus merasa satu, senasib sepenanggungan, sebangsa, dan setanah air, serta mempunyai tekad dalam mencapai cita-cita bangsa.

2. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu Kesatuan Ekonomi, dalam arti :

a. Bahwa kekayaan wilayah Nusantara baik potensial maupun efektif adalahmodal dan milik bersama bangsa, dan bahwa keperluan hidup sehari-hari harus tersedia merata di seluruh wilayah tanah air.

b. Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah, tanpa meninggalkan ciri khas yang dimiliki oleh daerah dalam pengembangankehidupanekonominya.

c. Kehidupan perekonomian di seluruh wilayah Nusantara merupakan satu kesatuan ekonomi yang diselenggarakan sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan dan ditujukan bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat.

3. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Sosial dan Budaya, dalam arti :

a. Bahwa masyarakat Indonesia adalah satu, perikehidupan bangsa harus merupakan kehidupan bangsa yang serasi dengan terdapatnya tingkat kemajuan masyarakat yang sama, merata dan seimbang, serta adanya keselarasan kehidupan yang sesuai dengan tingkat kemajuan bangsa.

4. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Pertahanan Keamanan, artinya :

  1. Bahwa ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakekatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.
  2. Bahwa tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam rangka pembelaan negara dan bangsa.

2.5 Kedudukan, Fungsi, dan Tujuan Wawasan Nusantara.

1. Kedudukan

Wawasan nusantara sebagai wawasan nasional bangsa Indonesia merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat agar tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam upaya mencapai serta mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional.

2. Fungsi

Wawasan nusantara berfungsi sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta rambu-rambu dalam menentukan segala jenis kebijaksanaan, keputusan, dan tindakan.

3. Tujuan

Wawasan nusantara bertujuan mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mementingkan kepentingan nasional dari pada kepentingan individu, kelompok, golongan, suku bangsa, atau daerah. Hal tersebut bukan berarti menghilangkan kepentingan-kepentingan individu, kelompok, suku bangsa,atau daerah.

2.6 Hakikat Wawasan Nusantara

Hakikat wawasan nusantara adalah keutuhan nusantara, dalam pengertian cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara demi kepentingan nasional. Hal tersebut berarti bahwa setiap warga bangsa dan aparatur negar harus berpikir, bersikap, dan bertindak secara utuh menyeluruh demi kepentingan bangsa dan negara indonesia. Demikian juga produk yang dihasilkan oleh lembaga Negara harus dalam lingkup dan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia, tanpa menghilangkan kepentingan lainnya, seperti kepentingan daerah, golongan dan orang per orang.

2.7 Arah Pandang Wawasan Nusantara.

1. Arah Pandang Ke Dalam

Arah pandang ke dalam bertujuan menjamin perwujudan persatuan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional, baik aspek alamiah maupun sosial. Arah pandang ke dalam mengandung arti bahwa bangasa indonesia harus peka dan berusaha untuk mencegah dan mengatasi sedini mungkin faktor-faktor penyebab timbulnya disintegrasi bangsa dan harus mengupayakan tetap terbina dan terpeliharanya persatua dan kesatuan dalam kebhinekaan.

2. Arah Pandang Ke Luar

Arah pandang ke luar ditujukan demi terjaminnya kepentingan nasional dalam duna serba berubah maupun kehidupan dalam negeri serta dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, serta kerja sama dan sikap saling menghormati. Arah pandang ke luar mengandung arti bahwa kehidupan internasionalnya, bangsa Idonesia harus berusaha mengamankan kepentingan nasionalnya dalam semua aspek kehidupan demi tercapainya tujuan nasional sesuai tertera pada Pembukaan UUD1945.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Wilayah Indonesia yang sebagian besar adalah wilayah perairan mempunyai banyak celah kelemahan yang dapat dimanfaatkan oleh negara lain yang pada akhirnya dapat meruntuhkan bahkan dapat menyebabkan disintegrasi bangsa Indonesia. Indonesia yang memiliki kurang lebih 13.670 pulau memerlukan pengawasan yang cukup ketat. Dimana pengawasan tersebut tidak hanya dilakukan oleh pihak TNI/Polri saja tetapi semua lapisan masyarakat Indonesia. Bila hanya mengandalkan TNI/Polri saja yang persenjataannya kurang lengkap mungkin bangsa Indonesia sudah tercabik – cabik oleh bangsa lain. Dengan adannya wawasan nusantara kita dapat mempererat rasa persatuan di antara penduduk Indonesia yang saling berbhineka tunggal ika. Wawasan nasional bangsa Indonesia adalah wawasan nusantara yang merupakan pedoman bagi proses pembangunan nasional menuju tujuan nasional. Sedangkan ketahanan nasional merupakan kondisi yang harus diwujudkan agar proses pencapaian tujuan nasional tersebut dapat berjalan dengan sukses. Oleh karena itu diperlukan suatu konsepsi ketahanan nasional yang sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia.

3.2 Saran

Dengan adanya wawasan nusantara, kita harus dapat memiliki sikap dan perilaku yang sesuai kejuangan, cinta tanah air serta rela berkorban bagi nusa dan bangsa. Dalam kaitannya dengan pemuda penerus bangsa hendaknya ditanamkan sikap wawasan nusantara sejak dini sehingga kecintaan mereka terhadap bangsa dan negara lebih meyakini dan lebih dalam. Untuk itulah perlu kiranya pendidikan yang membahas/mempelajari tentang wawasan nusantara dimasukan ke dalam suatu kurikulum yang sekarang diterapkan dalam dunia pendidikan di Indonesia (misalnya : pelajaran Kewarganegaraan, Pancasila, PPKn dan lain – lain). Untuk masyarakat Indonsia (baik bagi si pembuat makalah, pembaca makalah serta yang lain) agar dapat menjaga makna dan hakikat dari wawasan nusantara yang tercermin dari perilaku – perilaku sehari hari misalnya ikut menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

 

BAB IV

 

DAFTAR PUSTAKA

http://organisasi.org/

http://turwahyudin.wordpress.com/2008/04/06/apa-mengapa-dan-bagaimana- wawasannusantara/

http://one.indoskripsi.com/

http://id.wikipedia.org

http://indoskripsi.com

http://powerpoint-search.com

http://pdf-search-engine.com

http://scribd.com